Wall Street Balik Arah Negatif Jelang Akhir Tahun

Rabu, 31 Desember 2014 - 08:41 WIB
Wall Street Balik Arah...
Wall Street Balik Arah Negatif Jelang Akhir Tahun
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat berbalik arah negatif dari rekor tertinggi menjelang akhir tahun karena investor melakukan aksi ambil untung (profit taking).

Koreksi meluas, dengan 10 sektor di indeks S&P 500 berakhir di wilayah negatif. Sektor utilitas (SPLRCU) yang menjadi sektor dengan kenaikan terbesar tahun ini, memimpin penurunan mencapai 2,1%.

Pasar saham telah menikmati kenaikan menjelang akhir tahun didukung menguatnya data ekonomi dan komitmen Federal Reserve untuk lebih sabar dalam menaikkan suku bunga.Indeks S&P 500 naik hampir 6% selama delapan sesi sebelumnya dan berhasil mencetak rekor penutupan ke-53 di tahun ini pada hari kemarin.

Volatilitas saham kemungkinan akan menguat pekan ini karena banyak pelaku pasar keluar untuk liburan, sehingga mengurangi volume transaksi. Sementara pasar saham akan ditutup pada Kamis saat liburan Tahun Baru.

"Itu tidak banyak mendorong penurunan, mungkin lebih mengambil jeda. Kami sudah menguat signifikan," kata Managing Director Wedbush Equity Management LLC Stephen Massocca seperti dilansir dari Reuters, Rabu (31/12/2014).

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 55,16 poin atau 0,31% ke 17.983,07; indeks S&P 500 susut 10,22 poin atau 0,49% ke 2.080,35; dan Nasdaq Composite turun 29,47 poin atau 0,61% ke 4.777,44.

Volume transaksi ringan, dengan sekitar 4,42 miliar saham diperdagangkan di bursa AS. Jumlah itu jauh di bawah rata-rata sepanjang bulan ini sebanyak 7,06 miliar lembar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
2 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
3 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
3 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
4 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
4 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
5 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA...
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved