BPS Prediksi NPI 2015 Kembali Defisit

Jum'at, 02 Januari 2015 - 14:13 WIB
BPS Prediksi NPI 2015...
BPS Prediksi NPI 2015 Kembali Defisit
A A A
JAKARTA - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo memproyeksikan ‎Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) 2015 akan kembali defisit.

Menurutnya, defisit 2015 dipicu oleh investasi pembangunan infrastruktur pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

‎"Pada 2015 pembangunan infrastruktur banyak, sesuai program pemerintahan Jokowi-JK. Jadi pemerintah akan membutuhkan barang-barang impor untuk membangun bendungan, jalan, dan penambahan armada angkutan perkapalan. Jadi impor infrastruktur kita kemungkinan meningkat," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (2/1/2015).

Dia mengingatkan, pemerintah harus bisa mengontrol investasi penggunaan barang-barang impor untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur di 2015.‎

Untuk mengimbangi lonjakan investasi ini, maka pemerintah dan pengusaha harus mempertimbangkan supply barang dari domestik.

"Tinggal kita lihat bagaimana penggunaan bahan domestik untuk pembangunan infrastruktur," tandas Sasmito.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Neraca Perdagangan Surplus,...
Neraca Perdagangan Surplus, Pemerintah Respon Positif
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
55 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
4 Pulau Sengketa Kembali...
4 Pulau Sengketa Kembali ke Pangkuan Aceh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved