Cara BI Atasi ULN Swasta

Jum'at, 02 Januari 2015 - 15:34 WIB
Cara BI Atasi ULN Swasta
Cara BI Atasi ULN Swasta
A A A
JAKARTA - Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter Bank Indonesia (BI) Juda Agung‎ menuturkan, jumlah utang luar negeri (ULN) swasta meningkat drastis, bahkan melebih utang pemerintah.

Menurutnya, BI telah menerapkan prinsip kehati-hatian untuk mengelola utang luar negeri korporasi non bank.

BI telah menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan utang luar negeri korporasi nonbank hari ini.

"Ini merupakan penyelarasan dari ketentuan sebelumnya terhadap ketentuan BI serta untuk mendukung rencana pembangunan infrastruktur pemerintah," imbuhnya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (2/1/2015).

Pada Oktober 2014, lanjut dia, ULN swasta telah mencapai USD161,3 miliar atau sekitar Rp2.023 triliun atau 54,8% dari total ULN sebesar USD294, 5 miliar. Sementara, ULN pemerintah berada di kisaran USD133 miliar.

"Utang swasta tinggi, sebab prospek ekonomi masih tidak pasti. Saat bersamaan, ekonomi negara emerging market di perkirakan akan terus melambat, ditandai komoditas ekspor pasar internasional yang masih rendah. Ini menyebabkan beban pembayaran ULN berpotensi meningkat," terang Juda.

Sebab itu, BI melakukan penyempurnaan ‎terhadap Peraturan Bank Indonesia (PBI) dengan menerbitkan PBI No 16/21/PBI/2014 dan Surat edaran ekstern No 16/24/DKEM pada tanggal 30 Desember 2014 terkait penerpan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan Utang Luar Negeri Korporasi non Bank.

Penyempurnaan itu meliputi penyesuaian terhadap cakupan komponen aset dan kewajiban valuta asing, ketentuan terkait pemenuhan kewajiban lindung nilai, serta ketentuan terkait pemenuhan kewajiban peringkat utang.

‎"Ketentuan ini berlaku sejak hari ini (2/1/2015)," tegas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved