Cara Pemerintah Mampu Produksi Garam 3,3 Juta Ton
Rabu, 07 Januari 2015 - 16:10 WIB
Cara Pemerintah Mampu Produksi Garam 3,3 Juta Ton
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan perikanan (KKP) menargetkan produksi garam tahun ini sebesar 3,3 juta ton.
Hal itu dikatakan Direktur Pemberdayaan Usaha dan Pengembangan Masyarakat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Riyanto Basuki di kantornya, Jkarta, Rabu (7/1/2015).
Target tersebut lebih tinggi dari 2014 yang produksinya berhasil mencapai target sebesar 2,5 juta ton.
"Target 2015 itu sekitar 3,3 juta ton dari 28 ribu hektare lahan garam yang kita punya dan itu akan dioptimalkan," jelasnya di kantor KKP, Jakarta, Rabu (7/1/2015).
Riyanto mengatakan, dari 3,3 juta ton garam pada 2015, sekitar 50%-60% akan mencapai kualitas nomor 1 (KP1). Di mana, sebelumnya pada 2014 garam KP1 hanya sekitar 30% dari total produksi.
"Namun, masih banyak kendala yang akan dihadapi untuk meningkatkan produksi garam tersebut," kata dia.
Beberapa kendala tersebut seperti lahan garam di Indonesia masih terfragmentasi, di mana rata-rata setiap petani garam mengelola lahan sebesar 0,27 hektare lahan garam. Lahan seluas itu belum efisien untuk memproduksi garam secara mandiri.
Perlu semacam penyatuan lahan, namun masalah lahan menjadi kompleks karena menyangkut kepemilikan.
"Sebenarnya penyatuan lahan paling kecil itu 5 hektare, sehingga dapat memproduksi garam lebih efisien dengan kualitas bagus dan kapasitas produksi juga meningkat," paparnya.
Kedua, pihaknya akan mendorong petani garam untuk melakukan model evaporasi dengan metode ulir filter, sehingga evaporasi garam dapat dilakukan dengan cepat.
"Ketiga dengan mendorong penggunaan teknologi geo membran, di mana pada 2014 baru sekitar 20%-25% garam yang diproduksi melalui teknologi ini, dan pada 2015 akan didorong hingga 50%-60%," pungkas Riyanto.
Hal itu dikatakan Direktur Pemberdayaan Usaha dan Pengembangan Masyarakat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Riyanto Basuki di kantornya, Jkarta, Rabu (7/1/2015).
Target tersebut lebih tinggi dari 2014 yang produksinya berhasil mencapai target sebesar 2,5 juta ton.
"Target 2015 itu sekitar 3,3 juta ton dari 28 ribu hektare lahan garam yang kita punya dan itu akan dioptimalkan," jelasnya di kantor KKP, Jakarta, Rabu (7/1/2015).
Riyanto mengatakan, dari 3,3 juta ton garam pada 2015, sekitar 50%-60% akan mencapai kualitas nomor 1 (KP1). Di mana, sebelumnya pada 2014 garam KP1 hanya sekitar 30% dari total produksi.
"Namun, masih banyak kendala yang akan dihadapi untuk meningkatkan produksi garam tersebut," kata dia.
Beberapa kendala tersebut seperti lahan garam di Indonesia masih terfragmentasi, di mana rata-rata setiap petani garam mengelola lahan sebesar 0,27 hektare lahan garam. Lahan seluas itu belum efisien untuk memproduksi garam secara mandiri.
Perlu semacam penyatuan lahan, namun masalah lahan menjadi kompleks karena menyangkut kepemilikan.
"Sebenarnya penyatuan lahan paling kecil itu 5 hektare, sehingga dapat memproduksi garam lebih efisien dengan kualitas bagus dan kapasitas produksi juga meningkat," paparnya.
Kedua, pihaknya akan mendorong petani garam untuk melakukan model evaporasi dengan metode ulir filter, sehingga evaporasi garam dapat dilakukan dengan cepat.
"Ketiga dengan mendorong penggunaan teknologi geo membran, di mana pada 2014 baru sekitar 20%-25% garam yang diproduksi melalui teknologi ini, dan pada 2015 akan didorong hingga 50%-60%," pungkas Riyanto.
(izz)
Lihat Juga :