Kenaikan Tarif Batas Bawah Bukan karena AirAsia

Kamis, 08 Januari 2015 - 16:30 WIB
Kenaikan Tarif Batas...
Kenaikan Tarif Batas Bawah Bukan karena AirAsia
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membantah bahwa kenaikan tarif batas bawah pesawat sebesar 40% berkaitan dengan kecelakaan AirAsia QZ8501.

Direktur Angkutan Udara Ditjen Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Muhammad Alwi mengatakan, Keputusan kenaikan tarif batas bawah ini sudah direncanakan sejak tahun lalu sebelum pesawat AirAsia jatuh. Tepatnya pada 28 Desember 2014.

"Jadi, bisa dikatakan perubahan Peraturan Menteri dari 51 jadi 91/2014, Desember kemarin perubahan itu tidak ada hubungannya dengan kejadian kecelakaan AirAsia," katanya di kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (8/1/2014).

Menurutnya, kenaikan tarif batas bawah dilakukan untuk menyesuaikan biaya operasioal maskapai, yang berkaitan dengan aspek keamanan.

"Tujuannya untuk fuel consumtion 32%, untuk konten maintenace, termasuk penyusutan pesawat dansebaginya," ungkap dia.

Kenaikan tarif batas bawah mulai berlaku sejak Permenhub No 91 Tahun 2014 ditandatangani yaitu 30 Desember 2014.

"Penerapannya berlaku sejak ditandatangani. Nanti dari para maskapai menyesuaikan. Sejak tiga hari lalu saya sudah soslialsiasi ke maskapai berjadwal tak berjadawal," pungkasnya.

(Baca: Kemenhub Tegaskan Tarif Batas Bawah Pesawat 40%)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Murah di Hari Apa? Ini Waktu yang Tepat
Waktu Terbaik untuk...
Waktu Terbaik untuk Pesan Tiket Pesawat Online untuk Liburan
Cara Cari Tiket Pesawat...
Cara Cari Tiket Pesawat Termurah di Google untuk Persiapan Mudik!
Ingin Memesan Tiket...
Ingin Memesan Tiket Pesawat untuk Orang Lain? Perhatikan Hal Berikut Ini!
Ini Waktu yang Tepat...
Ini Waktu yang Tepat untuk Beli Tiket Pesawat Agar Dapat Harga Murah
HUT ke-73 Garuda Tebar...
HUT ke-73 Garuda Tebar Diskon Tiket Pesawat hingga 50%, Cek Rutenya!
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
19 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
10 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
11 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved