Hanya 65% Rekomendasi BPK Ditindaklanjuti BUMN

Kamis, 08 Januari 2015 - 16:46 WIB
Hanya 65% Rekomendasi...
Hanya 65% Rekomendasi BPK Ditindaklanjuti BUMN
A A A
JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menyebutkan, hingga akhir Desember 2014, hanya 65% rekomendasi hasil pemeriksaan yang ditindaklanjuti oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Anggota BPK RI Achsanul Qosasi menyebutkan, dari 11.018 rekomendasi hasil pemeriksaan yang telah diberikan, baru sekitar 7.132 rekomendasi yang telah ditindaklanjuti perusahaan pelat merah.

"Ini jadi satu permasalahan. Seringkali hasil pemeriksaan BPK justru tidak ditindaklanjuti BUMN. Tidak lanjut sudah sampai 65%," ujarnya di kantor BPK RI, Jakarta, Kamis (8/1/2015).

Lebih lanjut dia mengatakan, terdapat lima perusahaan negara yang sama sekali belum menindaklanjuti hasil pemeriksaan pihaknya. Kelima perusahaan tersebut, yakni sektor perdagangan, sumber daya alam (SDA), dan jasa.

"Bahkan ada yang 100% (BUMN) sudah ditindaklanjut, dan ada yang 0% ditindaklanjut. Campur (sektor perusahaan), ada BUMN trading, SDA, jasa. Hanya lima yang melakukan itu," imbuh dia.

Dari temuannya tersebut, Qosasi menjelaskan, kasus yang paling besar dan sering terjadi di perusahaan plat merah adalah ketidakpatuhan dan ketidakefisienan.

"Ada juga tentang bagaimana banyak BUMN yang salah melakukan investasi pengadaan barang. Detailnya sangat rahasia. Nanti di LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) Juni baru disampaikan," terang dia.

Menurutnya, kasus yang terjadi tersebut ada yang masuk kategori merugikan negara, serta ada yang baru masuk kategori merugikan korporasi.

"Ada yang perhitungannya sudah merugikan negara, dan ada yang baru masuk merugikan korporasi," tandas Qosasi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
DPR Sahkan Politikus...
DPR Sahkan Politikus Golkar Ahmadi Noor Supit Jadi Anggota BPK Periode 2022-2027
5 Masalah BUMN Versi...
5 Masalah BUMN Versi BPK, dari Konflik Kepentingan hingga Moral Hazard
Sudah Jatuh Tempo, 16...
Sudah Jatuh Tempo, 16 Temuan LHP BPK Belum Ditindaklanjuti
Ada Apa, Laporan Keuangan...
Ada Apa, Laporan Keuangan KPU dan BSSN Tidak Dapat WTP dari BPK
BPK Akan Audit Investigasi...
BPK Akan Audit Investigasi Kementerian BUMN Terkait Kasus Jiwasraya
Gantikan Wahyu Priyono,...
Gantikan Wahyu Priyono, Paula Henry Resmi Nahkodai BPK Sulsel
Berita Terkini
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
26 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
45 menit yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
1 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Komodo hanya...
3 Alasan Komodo hanya Dapat Ditemukan di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved