BBYB Target Salurkan Kredit Rp600 M Tahun Ini
Selasa, 13 Januari 2015 - 13:20 WIB
BBYB Target Salurkan Kredit Rp600 M Tahun Ini
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) menargetkan mampu menyalurkan kredit hingg Rp600 miliar sepanjang tahun ini.
Direktur Utama BBYB Michael Hoetabarat mengatakan, porsi kredit harus sesuai arahan Bank Indonesia (BI). Setiap bank yang ada di buku I harus menyalurkan 55% untuk kredit produktif.
"Kredit pensiun mayoritas untuk konsumtif, walaupun ada juga kegiatan-kegiatan yang dibiayai untuk produktif, pensiunan juga akan berdagang memiliki armada ojek. Tapi asosiasi kredit pensiun ke konsumtif," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (13/1/2015).
Dia memprediksi sektor kredit akan naik 11%-20%, sementara bunga kredit perusahaan sekarang 0,98% per bulan.
"Depositonya kita lagi banyak. Kalau LDR terlalu tinggi. Sekarang dana masyarakat berat kadang 10%-10,5%. Rata-rata sebulan, kalau kita tidak lempar kredit ke SBI cuma berapa. Maksimal deposito, masih 8%-9% sisanya giro sama tabungan," jelasnya.
Sementara, dana pihak ketiga (DPK) naik 21% tahun ini. Proporsi kredit pensiun di Desember hampir 50%. Pihaknya menargetkan sampai akhir tahun menjadi 70%.
"Komposisi tabungan sama deposito 11%, ya kita nanti usahakan 30% dalam setahun. Dengan dua produk itu. Kalau portofolio kita, 50% ada di kredit pensiun," pungkas Michael.
Direktur Utama BBYB Michael Hoetabarat mengatakan, porsi kredit harus sesuai arahan Bank Indonesia (BI). Setiap bank yang ada di buku I harus menyalurkan 55% untuk kredit produktif.
"Kredit pensiun mayoritas untuk konsumtif, walaupun ada juga kegiatan-kegiatan yang dibiayai untuk produktif, pensiunan juga akan berdagang memiliki armada ojek. Tapi asosiasi kredit pensiun ke konsumtif," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (13/1/2015).
Dia memprediksi sektor kredit akan naik 11%-20%, sementara bunga kredit perusahaan sekarang 0,98% per bulan.
"Depositonya kita lagi banyak. Kalau LDR terlalu tinggi. Sekarang dana masyarakat berat kadang 10%-10,5%. Rata-rata sebulan, kalau kita tidak lempar kredit ke SBI cuma berapa. Maksimal deposito, masih 8%-9% sisanya giro sama tabungan," jelasnya.
Sementara, dana pihak ketiga (DPK) naik 21% tahun ini. Proporsi kredit pensiun di Desember hampir 50%. Pihaknya menargetkan sampai akhir tahun menjadi 70%.
"Komposisi tabungan sama deposito 11%, ya kita nanti usahakan 30% dalam setahun. Dengan dua produk itu. Kalau portofolio kita, 50% ada di kredit pensiun," pungkas Michael.
(izz)
Lihat Juga :