Data Ekspor Diklaim Lebih Akurat dengan L/C

Kamis, 15 Januari 2015 - 04:36 WIB
Data Ekspor Diklaim...
Data Ekspor Diklaim Lebih Akurat dengan L/C
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai, penerapan Letter of Credit (L/C) untuk ekspor barang tertentu menjadikan data ekspor lebih akurat dan akuntabel.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mulai 1 April 2015 mewajibkan penggunaan L/C bagi eksportir barang tertentu.

"Bukan kroscek, justru ini buat lebih akurat lagi. Pertimbangannya untuk meyakinkan akurasi barang dan jasa yang diekspor dan hasil ekspornya. Instrumennya dengan L/C," ujar Agus di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (14/1/2015).

Lebih lanjut, dia menuturkan, kebijakan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah. Kebijakan itu dipastikan mampu mempertajam akurasi dan meyakinkan dana dari hasil ekspor masuk kembali ke Indonesia.

"Jadi ini untuk mempertajam akurasi dan meyakinkan dana itu masuk ke Indonesia. Itu sepenuhnya peraturan pemerintah, dan mereka punya kewenangan mengatur itu," imbuhnya.

Agus menjamin, devisa bebas tetap berlaku pasca diterapkannya L/C per 1 April 2015 mendatang. Eksportir pun tidak memiliki kewajiban untuk mengonversi hasil ekspornya menjadi rupiah.

"Jadi, itu semuanya tetap berjalan seperti apa adanya. Hal ini lebih kepada persyaratan perdagangan saja. Persyaratan pemerintah untuk para eksportir wajib mentaati," tegasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Buat Bayar Utang, Cadangan...
Buat Bayar Utang, Cadangan Devisa RI Turun Jadi USD133,1 Miliar
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia Tembus USD150,2 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Cara BI Memandang Tren...
Cara BI Memandang Tren Surplus Neraca Perdagangan
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Indef Bingung, Strategi...
Indef Bingung, Strategi Perdagangan Indonesia Berorientasi Ekspor atau Impor?
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved