Wall Street Terkoreksi Dipicu Kekhawatiran Ekonomi Global

Kamis, 15 Januari 2015 - 08:58 WIB
Wall Street Terkoreksi...
Wall Street Terkoreksi Dipicu Kekhawatiran Ekonomi Global
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat berakhir melanjutkan koreksi selama empat hari dipicu proyeksi Bank Dunia, sehingga mendorong kekhawatiran pelemahan ekonomi global.

Koreksi tersebut juga dipicu merosotnya harga tembaga, meski saham energi berhasil menguat dari posisi terendah setelah mengalami fluktuasi.

Harga tembaga CMCU3 menyentuh harga terendah dalam lima setengah tahun terakhir, membebani saham produsen termasuk Freeport McMoRan Inc setelah Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini dan berikutnya.

Saham produsen tembaga Freeport McMoRan (FCX.N) anjlok untuk hari kedua. Saham ditutup melemah 10,9% menjadi USD18,74 dan menjadi persentase penurunan terbesar di indeks S&P.

Sektor energi di indeks S&P (SPNY) berakhir naik 0,1% setelah jatuh 2,6%. Kenaikan ini didukung naiknya harga minyak ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun.

Kendati demikian, harga minyak mentah masih tetap berada dekat posisi terendah enam tahun terakhir. Minyak mentah AS ditutup naik 5,6% dan Brent naik 4,5%.

Sementara sektor bahan baku di indeks S&P 500 (SPLRCMA) dan sektor keuangan (SPSY) menjadi pemain terburuk. Keduanya jatuh lebih dari 1%.

Menambah kekhawatiran investor, penjualan retail Amerika Serikat pada Desember mengalami penurunan terbesar dalam 11 bulan terakhir. Sektor retail di indeks S&P (SPXRT) turun 0,8%.

"Anda melihat yang terjadi pada minyak, dan tembaga. Ada banyak pertanyaan tentang permintaan dan pertumbuhan di seluruh dunia. Dengan baru dimulainya musim laba akan menambah kekhawatiran," kata Direktur Perdagangan Saham di Wedbush Securities Michael James seperti dilansir dari Reuters, Kamis (15/1/2015).

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 186,59 poin atau 1,06% ke 17.427,09; indeks S&P 500 susut 11,76 poin atau 0,58% ke 2.011,27; dan Nasdaq Composite turun 22,18 poin atau 0,48% ke 4.639,32.

Sekitar 8,1 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, turun dibandingkan lima hari perdagangan sebelumnya sebanyak dengan 7,1 miliar lembar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
1 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
2 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
2 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
3 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
4 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
4 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved