Konsistensi Kebijakan Stabilisasi Picu Perbaikan NPI
Kamis, 15 Januari 2015 - 20:08 WIB
Konsistensi Kebijakan Stabilisasi Picu Perbaikan NPI
A
A
A
JAKARTA - Seiring dinamika perekonomian global, neraca pembayaran Indonesia (NPI) 2014 membaik seiring kebijakan stabilisasi yang dilakukan secara konsisten.
Bank Indonesia (BI) merilis transaksi berjalan menurun dari tahun sebelumnya. Penurunan ini di dukung perbaikan ekspor manufaktur dan penurunan impor sejalan dengan permintaan domestik yang melemah.
Termasuk, pergerakan nilai tukar rupiah sesuai nilai fundamentalnya, dan penurunan harga minyak.
"Sementara, transaksi modal dan finansial mencatat surplus yang cukup besar, ditopang pertumbuhan positif investasi langsung (FDI) dan portofolio," Kata Direktur Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Gedung BI, Jakarta, Kamis (15/1/2015).
Menurutnya, hal ini terjadi seiring persepsi positif terhadap prospek ekonomi Indonesia dan imbal hasil yang tetap menarik.
Atas perkembangan tersebut, cadangan devisa pada akhir Desember 2014 meningkat menjadi sebesar USD111,9 miliar atau setara 6,5 bulan impor dan pembayaran Utang Luar Negeri pemerintah, di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Ke depan, defisit neraca transaksi berjalan diprakirakan tetap membaik. Turunnya harga minyak dunia dan reformasi subsidi pemerintah akan memperbaiki defisit transaksi berjalan migas.
Meskipun, lanjut dia, meningkatnya impor nonmigas terkait proyek pemerintah di bidang infrastruktur agak menahan perbaikan defisit transaksi berjalan.
"Di sisi transaksi modal dan finansial, membaiknya fundamental ekonomi sejalan dengan reformasi struktural yang terus berlangsung mendorong arus modal masuk. Baik FDI maupun investasi portfolio, yang diprakirakan masih cukup memadai bagi pembiayaan defisit transaksi berjalan," paparnya.
Bank Indonesia (BI) merilis transaksi berjalan menurun dari tahun sebelumnya. Penurunan ini di dukung perbaikan ekspor manufaktur dan penurunan impor sejalan dengan permintaan domestik yang melemah.
Termasuk, pergerakan nilai tukar rupiah sesuai nilai fundamentalnya, dan penurunan harga minyak.
"Sementara, transaksi modal dan finansial mencatat surplus yang cukup besar, ditopang pertumbuhan positif investasi langsung (FDI) dan portofolio," Kata Direktur Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Gedung BI, Jakarta, Kamis (15/1/2015).
Menurutnya, hal ini terjadi seiring persepsi positif terhadap prospek ekonomi Indonesia dan imbal hasil yang tetap menarik.
Atas perkembangan tersebut, cadangan devisa pada akhir Desember 2014 meningkat menjadi sebesar USD111,9 miliar atau setara 6,5 bulan impor dan pembayaran Utang Luar Negeri pemerintah, di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Ke depan, defisit neraca transaksi berjalan diprakirakan tetap membaik. Turunnya harga minyak dunia dan reformasi subsidi pemerintah akan memperbaiki defisit transaksi berjalan migas.
Meskipun, lanjut dia, meningkatnya impor nonmigas terkait proyek pemerintah di bidang infrastruktur agak menahan perbaikan defisit transaksi berjalan.
"Di sisi transaksi modal dan finansial, membaiknya fundamental ekonomi sejalan dengan reformasi struktural yang terus berlangsung mendorong arus modal masuk. Baik FDI maupun investasi portfolio, yang diprakirakan masih cukup memadai bagi pembiayaan defisit transaksi berjalan," paparnya.
(izz)
Lihat Juga :