Kegiatan Usaha di Jateng Masih Melambat

Jum'at, 16 Januari 2015 - 17:01 WIB
Kegiatan Usaha di Jateng...
Kegiatan Usaha di Jateng Masih Melambat
A A A
JAKARTA - Kegiatan usaha pada triwulan I/2015 di Jawa Tengah (Jateng) diperkirakan akan mengalami perlambatan. Hal itu tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 14,81%.

Angka tersebut lebih rendah dari realisasi SBT triwulan IV/2014 sebesar 15,51%.

Berdasarkan hasil survei Bank Indonesia (BI), perlambatan terutama terjadi pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan & perikanan yang ditunjukkan melalui SBT sebesar 2,32%, lebih kecil dibandingkan realisasi triwulan IV/2014 sebesar 4,71%.

"Hal berbeda terjadi pada sektor industri pengolahan yang diperkirakan akan meningkat. Ini terlihat pada SBT perkiraan kegiatan triwulan I/2015 sebesar 4,39%, lebih tinggi dibanding realisasi kegiatan usaha triwulan IV/2014 sebesar 4,09%," kata Deputi Kepala Perwakilan BI Wilayah Jateng Ananda Pulung, Jumat (16/1/2015).

Kenaikan kegiatan investasi pada sektor industri pengolahan juga sebagai imbas dari semakin menjamurnya pengusaha industri pengolahan hasil relokasi perusahaan dari kawasan industri Jawa Barat dan Banten.

Pelaku usaha memperkirakan kegiatan investasi pada triwulan I/2015 akan menurun dibandingkan triwulan IV/2014. Hal ini tercermin dari SBT sebesar 6,16%, lebih rendah dibandingkan realisasi SBT triwulan IV/2014 sebesar 8,89%.

Hal tersebut sejalan dengan perkiraan kegiatan usaha yang masih terus melambat di triwulan I/2015.

Sementara terkait tekanan harga jual, pada triwulan I/2015, diperkirakan akan terus terjadi. Hal ini tercermin melalui SBT sebesar 36,46% akibat dari biaya bahan baku/antara yang diperkirakan masih akan terus meningkat.

"Responden memperkirakan, kenaikan biaya energi berupa tarif tenaga listrik (TTL) dan BBM bersubsidi, serta kenaikan pembayaran bunga pinjaman menjadikan tekanan harga jual akan masih terjadi," jelasnya.

Sementara itu, untuk kegiatan usaha di Jateng pada triwulan IV/2014 tumbuh melambat dibandingkan dengan triwulan III/2014.

Perlambatan kegiatan usaha ini terjadi hampir pada seluruh sektor ekonomi, termasuk tiga sektor ekonomi utama di Jateng.

Ketiga sektor utama itu, pertama adalah industri pengolahan yang turun dari 6,06% pada triwulan III-2014 menjadi 4,06% pada triwulan IV-2014.

Kedua, sektpr perdagangan, hotel, dan restoran yang turun dari 6,28% pada triwulan III/2014 menjadi pada 3,61% triwulan IV/2014.

Sektor ketiga pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan yang turun dari 8,07% pada triwulan III/2014 menjadi 4,71% pada triwulan IV/2014.

Penurunan kegiatan usaha juga terjadi pada sektor pengangkutan dan transportasi yang turun dari 1,02% pada triwulan III/2014 menjadi -0,25% pada triwulan IV/2014.

"Untuk sektor transportasi, penurunan ini akibat dari kenaikan BBM bersubsidi yang membuat tarif angkutan menjadi naik, sehingga menyebabkan penjualan berkurang," pungkas Ananda.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
UMKM Jadi Kekuatan Kebangkitan...
UMKM Jadi Kekuatan Kebangkitan Ekonomi di Jawa Tengah
Menko Airlangga Dorong...
Menko Airlangga Dorong Percepatan Pembangunan Ekonomi Jawa Tengah
Program Infrastruktur...
Program Infrastruktur Gubernur Jawa Tengah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pedesaan
Lantik Pengurus DPW...
Lantik Pengurus DPW Jateng, Kawendra Ingatkan Kebermanfaatan Gekrafs bagi Pelaku Ekraf
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Dorong Ekonomi Syariah,...
Dorong Ekonomi Syariah, Ganjar Lakukan 4 Hal Ini di Jawa Tengah
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
11 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved