Budi Karya Jabat Dirut AP II

Sabtu, 17 Januari 2015 - 13:51 WIB
Budi Karya Jabat Dirut...
Budi Karya Jabat Dirut AP II
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengangkat Budi Karya Sumadi sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura II (AP II). Budi menggantikan Tri S Sunoko yang telah habis masa jabatannya.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, direksi baru tersebut diharapkan berani melakukan terobosan dan terus berinovasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Sedangkan, pekerjaan rumah utama direksi baru menurut Rini adalah memperbaiki pelayanan serta keamanan penumpang dan meningkatkan keandalan sistem layanan terhadap penerbangan.

“Kami telah melakukan assessment, yang dilihat dalam pemimpin perusahaan adalah integritas, kemampuan berinovasi dan track record sebagai pimpinan yang baik, sehingga dalam rapat umum pemegang saham diputuskan, Budi Karya sebagai Dirut AP II,” kata Rini di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (15/01). Lebih lanjut dia menjelaskan, proses penunjukan Budi sebagai dirut operator bandara pelat merah ini telah disepakati oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan.

Sedangkan, persetujuannya dilakukan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Jabatan dirut AP II sebelumnya, Tri S Sunoko, habis pada tahun ini. Tri menjabat sebagai orang nomor satu di AP II sejak September 2012. Sedangkan, Budi menjabat sebagai Direktur Utama PT Jakpro, Badan Usaha Milik Daerah Pemprov DKI Jakarta. Untuk mendukung pengembangan di bandara, pemerintah telah mengusulkan penyertaan modal berupa penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp3 triliun kepada AP II.

Dana tersebut akan digunakan perseroan untuk penambahan landasan pacu (runway) dan taxi waydi sejumlah bandara. Sementara, di tempat yang sama Menhub Ignasius Jonan menambahkan, direksi AP II harus meningkatkan keamanan di lingkungan bandara. Hal ini masih terkait dengan pengawasan regulated agent sebelum barang kargo masuk ke bandara. Di sisi lain, perseroan harus menjamin keamanan bagi maskapai dan penumpang penerbangan.

“Fungsi pengawasan di bandara menjadi penting karena 50% penerbangan yang keluar dan masuk ke Indonesia dikelola oleh AP II,” kata Jonan. Sedangkan Budi Karya mengaku telah mempunyai rencana kerja baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang.

Untuk jangka pendek, perseroan akan membersihkan wilayah bandara dari taksi gelap. “Jangka menengah kita akan memprioritaskan pembangunan runway dan kita gandeng PT KAI untuk akses kereta ke bandara. Ke depan kita juga akan meningkatkan Perum Damri kebandara yang dilayani langsung dari pusat perbelanjaan,” ujar dia.

Heru febrianto
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
25 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
54 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved