Ini Saran OJK Perkuat Perusahaan Asuransi

Senin, 19 Januari 2015 - 10:58 WIB
Ini Saran OJK Perkuat...
Ini Saran OJK Perkuat Perusahaan Asuransi
A A A
JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani mengatakan, transparansi transaksi asuransi dan keberlangsungan perusahaan asuransi ‎bisa terus ditingkatkan dengan melakukan empat prinsip konkret.

"Langkah konkret dapat difokuskan pada empat prinsip, yaitu penerapan prinsip good corporate governance dan manajemen risiko, peningkatan SDM, penguatan kapasitas modal, dan penyempurnaan standar asuransi," kata Firdaus di Jakarta, Senin (19/1/2015).

Firdaus menjelaskan, penerapan ‎prinsip good corporate governance dan manajemen risiko‎ perlu dilakukan secara serius. Jika tidak serius, maka perusahaan asuransi akan sulit bersaing di pasar bebas.

"Bagamainana kita bisa bersaing, jika tidak menerapkan prinsip good governance, konsumen punya hak untuk memilih produk kita atau tidak. Jika tidak kompeten maka produk kita akan ditinggalkan,"‎ ujarnya.

Selain itu, menurut dia, sumber daya manusia (SDM) merupakan aset utama karena perusahaan asuransi bukan perusahaan sektor rill, yang sektor utamanya bersumber dari produksi dan bahan baku. Sumber komponen utama perusahaan asuransi adalah SDM.

Selanjutnya, penguatan kapasitas modal perusahaan asuransi. Menurut dia, jika pemodalan usaha kurang besar akan menyulitkan.

"Dulu kita pernah berpikir, asuransi bukan perusahaan padat modal. Memang demikian. Jadi modal ini diperlukan untuk mampu malakukan penyerapan resiko yang lebih besar karena jika modal kecil, maka kita seperti perusahaan pialang saja," paparnya.

Terakhir, penyempurnaan standar asuransi, seperti aktuaria. Ini tidak mudah, misal perusahaan yang tidak mempunyai standar yang bagus biasanya disebabkan aktuaris yang kurang baik. Untuk itu, OJK terus berupaya untuk mendorong perusahaan asuransi untuk memiliki aktuaris dalam jumlah cukup.

"Aktuaris ini adalah juru masak. Jika kita mau bersaing, maka kita harus membuat produk dan aktuaris-aktuaris yang berkualitas," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Duh, OJK Sebut Tingkat...
Duh, OJK Sebut Tingkat Inklusi Literasi Sektor Asuransi di Indonesia Memprihatinkan
Asosiasi Pengendara...
Asosiasi Pengendara Ojol Tolak Wacana Asuransi Wajib untuk Kendaraan
OJK Kasih Izin Asuransi...
OJK Kasih Izin Asuransi Dijual Online, 6 Perusahaan Kantongi Restu
OJK Minta Industri Asuransi...
OJK Minta Industri Asuransi Berhati-hati, Ada Apa Ya?
Langgar Ketentuan, Asuransi...
Langgar Ketentuan, Asuransi WanaArtha Kena Sanksi OJK
OJK Beberkan 3 Tantangan...
OJK Beberkan 3 Tantangan Utama Industri Asuransi Tahun Depan
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
20 menit yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
1 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
1 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
1 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
2 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved