UKM di Batam Babak Belur akibat Elpiji 3 Kg Langka

Rabu, 21 Januari 2015 - 23:11 WIB
UKM di Batam Babak Belur...
UKM di Batam Babak Belur akibat Elpiji 3 Kg Langka
A A A
BATAM - Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Kota Batam, Kepulauan Riau, babak belur akibat proses produksi dan usaha mereka terganggu kelangkaan gas elpiji 3 kg.

Wakil Ketua Bidang Wakil Ketua Bidang UKM dan Koperasi Kadin Batam, Syarifudin Andi Bola mengungkapkan, kelangkaan gas elpiji berdampak signifikan terhadap industri UKM di tengah harga bahan pokok yang terus melambung.

"Masalahnya sekarang UKM menjerit, banyak lapor mereka enggak bisa jualan dan omzet mereka terganggu," ujarnya, Selasa (21/1/2015).

Meski belum memiliki data penggunaan elpiji 3 kg oleh UKM, dia mengungkapkan banyak UKM yang melapor agar dapat difasilitasi mendapat elpiji 3 kg. UKM juga sebenarnya tidak keberatan harga elpiji dinaikkan

"Harga naik tidak masalah, tapi harus dijamin tidak ada kelangkaan. Jangan asal mau naik saja," katanya.

Menurut Andi, selama ini masalah terbesar yang dihadapi pelaku usaha UKM di Batam adalah minimnya pasokan dan ketersediaan elpiji yang kerap berujung terjadinya kelangkaan. Sehingga, kenaikan harga tidak dilihat terlalu masalah selama kelangkaan tidak terjadi.

Andi juga menyebutkan elpiji 3 kg menjadi komponen penting dunia UKM jika melihat jumlahnya yang ada di Batam. Meski tidak ada data terbaru dari Kadin, menurutnya jumlah UKM yang menggunakkan elpiji 3 kg mencapai 9.500 pelaku usaha.

"Jumlahnya banyak sekitar 9.500 UKM yang menggunakkan elpiji," ungkapnya.

Sales Executive Elpiji Pertamina Kepri, Agung Nurhananto mengatakan pihaknya akan menambah pasokan elpiji 3 kg mulai akhir Januari sebesar 80 ribu tabung per bulan atau dua kali lipat dari pasokan normal.

Langkah itu untuk mengatasi kelangkaan elpiji. Dia juga memastikan pasokan selama ini dalam level normal.

Pasokan harian untuk konsumsi di Kepri tercatat mencapai 40 ribu tabung. Pertamina juga sudah menambah 30 ribu tabung. "Ada tambahan pasokan 80 ribu tabung per bulan untuk Kepri," katanya.

Selain elpiji 3 kg, pihaknya juga akan menambah pasokan untuk 12 kg dengan melihat perubahan realisasi pasokan sepanjang Januari yang tercatat sebanyak 2.000 tabung. Adapun selama Januari pasokan 12 kg masih stabil dan cenderung ada peningkatan dari Desember 2014.

"Intinya pasokan 12 kg normal, justru ada peningkatan. Berapa peningkatannya masih dipantau karena lagi berjalan," ucapnya.

Meski demikian, dia belum mendapat laporan resmi dari Pertamina pusat mengenai pengajuan tambahan kuota dari Pemerintah Kota Batam. "Saya belum tahu karena belum ada informasi dari pusat," ujarnya.

PT Pertamina Kepri, lanjutnya, juga telah menerapkan sistem monitoring elpiji 3 kg, guna mencegah penyelewengan gas bersubsidi itu sampai ke tingkat pangkalan.

Pengembangan sistem monitoring itu bertujuan agar pihaknya memiliki data sampai ke tingkat pangkalan untuk mengetahui berapa tingkat konsumsi masing-masing pangkalan, pasca kenaikan harga gas elpiji 12 kg.

Dibentuk pula sistem bernama SIMOL3G (Sistem Monitoring Elpiji 3 kg) untuk menganstisipasi kekhawatiran migrasi konsumen dari elpiji 12 kg ke 3 kg.

"Sistem ini untuk mengetahui penerimaan dan pengeluaran gas elpiji, apakah benar disalurkan ke masyarakat atau disalahgunakan kami bisa mengetahui," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina EP Sepakati...
Pertamina EP Sepakati Jual Beli Gas dengan Cikarang Listrindo dan PHR
Tinggalkan Eropa, Rusia...
Tinggalkan Eropa, Rusia Perluas Pasokan Gas ke Pasar Asia Tengah
JERA-PLN EPI Umumkan...
JERA-PLN EPI Umumkan Temuan Awal Studi Potensi Kolaborasi Rantai Nilai LNG di Indonesia
FID Lapangan Duyung...
FID Lapangan Duyung Resmi Disetujui, PLN EPI Amankan Pasokan 111 MMSCFD
Petrokimia Gresik Amankan...
Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas hingga 2035, Perkuat Produksi Pupuk Nasional
Industri Khawatirkan...
Industri Khawatirkan Masalah Pasokan dan Harga Gas Bumi
Berita Terkini
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
10 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
5 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
15 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved