Pemerintah Siram Pelindo IV Rp2 Triliun Percepat Tol Laut

Jum'at, 23 Januari 2015 - 03:32 WIB
Pemerintah Siram Pelindo...
Pemerintah Siram Pelindo IV Rp2 Triliun Percepat Tol Laut
A A A
MAKASSAR - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyiramkan dana Rp2 triliun untuk PT Pelindo IV guna mempercepat pembangunan tol laut yang ditargetkan rampung pada 2017.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Mulyono mengatakan, dana ini dimanfaatkan membangun sembilan dermaga yang tersebar di Kawasan Timur Indonesia (KTI), yakni Sorong, Jayapura dan Manokwari, Ternate, Ambon, Makassar, Kendari, Bitung dan Tarakan.

Tol laut tersebut, lanjut dia, merupakan konektivitas laut yang efektif dengan adanya kapal yang melayani dari barat sampai timur Indonesia, sehingga arus lalu lintas kapal dapat lancar dari setiap pelabuhan di area tersebut.

"Jalur tol laut di Indonesia timur yang dimaksud, yakni dari Belawan, Batam, Jakarta, Surabaya ke Makassar. Kemudian dari Makassar ke Sorong dan Bitung, di mana di dua jalur tersebut wilayahnya sangat dekat dari luar negeri, seperti Philipina, Jepang dan Pantai Barat. Sehingga, dalam pengiriman barang dapat menghemat biaya utama logistik saat bongkar muat," ujarnya usai membuka rapat kerja pertama Pelindo IV di kantornya, Kamis (22/1/2015).

Mulyono menuturkan, pendanaan tol laut tidak hanya mengharapkan bantuan pemerintah, tapi juga secara internal manajemen mengalokasikan dana perseroan Rp1,5 triliun pada tahun ini.

Dana tersebut tidak termasuk pinjaman yang sebelumnya diajukan ke perbankan melalui BRI dan Mandiri sebesar Rp300 miliar pada tahun lalu.

"Saat ini, kami juga telah mengajukan pinjaman tambahan Rp900 miliar ke perbankan sifatnya bukan sindikasi. Tapi pinjaman murni melalui bantuan corporate perbankan," katanya.

Mulyono menjelaskan, karena pinjaman yang diajukan terbilang besar maka untuk menguatkan modal perusahaan diusulkan pengajuan surat utang atau obligasi setara dengan nilai pinjaman.

Pengajuan itu masih menunggu proses selanjutnya dari Kemenhub, sambil menunggu hasil pemeringkatan dari Badan Pemeringkat International untuk menentukan posisi rating Pelindo IV Makassar. Meski, tidak dipungkiri secara aset perseroan telah memenuhi syarat.

"Tahun ini, ditargetkan perolehan laba maupun investasi naik 10%. Di mana, tahun lalu realisasi pendapatan usaha dapat dicapai Rp2,06 triliun dan tahun ini bisa mencapai Rp2,6 triliun lebih. Begitupun, dari laba diharapkan bisa naik 10% dari capaian tahun lalu sebesar Rp660 miliar," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Komisaris Utama Pelindo...
Komisaris Utama Pelindo IV Apresiasi Kinerja Karyawan Atas Pencapaian di 2020
Triwulan Pertama 2021,...
Triwulan Pertama 2021, Laba Pelindo IV Meningkat 12,62%
Pelindo IV dan KSOP...
Pelindo IV dan KSOP Kelas I Sorong Teken MoU Pemanduan dan Penundaan Kapal
Sukriansyah S Latief...
Sukriansyah S Latief Didaulat Jadi Komisaris PT Pelindo IV
Kinerja Pelindo IV Tetap...
Kinerja Pelindo IV Tetap Produktif Meski Dihantam Pandemi Covid-19
Komisaris Utama Sebut...
Komisaris Utama Sebut Pelindo IV Titik Tumpu Pembangunan di Indonesia Timur
Berita Terkini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
31 menit yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
1 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
12 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved