Harga Jaring Nelayan RI Termahal se-Asia Tenggara

Senin, 26 Januari 2015 - 12:33 WIB
Harga Jaring Nelayan...
Harga Jaring Nelayan RI Termahal se-Asia Tenggara
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti mengakui bahwa nelayan Indonesia saat ini mengalami tekanan sangat berat, termasuk harga jaring.

Pasalnya, selama ini tangkapan mereka turun karena adanya pencurian ikan atau ilegal fishing. Tak hanya itu, Susi juga menjelaskan bahwa beban nelayan bertambah karena mahalnya harga jaring yang dijual di Indonesia.

Bahkan, lanjut dia, harga jaring di Indonesia termahal se-Asia Tenggara.

"Ya benar. Harga jaring kita itu yang termahal di Asia Tenggara. Singapura harganya hanya seperempat dari Indonesia. Nelayan jatuh miskin karena harga jaring termahal si Asia Tenggara ini," katanya saat Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2015).

Susi menjelaskan, harga jaring yang mahal dengan bahan baku terbuat dari nilon. Jaring tersebut juga dikenakan bea masuk impor.

"Impor jaring hanya terjadi di Cirebon, itu juga kena impor tarif. Nah, nilon salah satu produk dilindungi. Banyak sebenarnya hal lain yang harus dibahas duduk bersama. Nelayan harus bayar 12% lebih mahal," ujar dia.

Pihaknya ingin menyampaikan protes saat bekerja didunia perikanan. Sayangnya, hal itu tidak berlanjut karena kesibukannya di Susi Air.

"Dulu sebetulnya saya ingin sekali ngomong, tapi kesibukan di Susi Air jadi terlupakan," tandas Susi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
3 Hari Menghilang, 2...
3 Hari Menghilang, 2 Nelayan di Pesisir Barat Lampung Akhirnya Ditemukan
Dua Nelayan NTT Terdampar...
Dua Nelayan NTT Terdampar di Depan Kantor KBRI Oekusi
Nelayan Pangkep Terdampar...
Nelayan Pangkep Terdampar di Bali Setelah 15 Hari Terombang-ambing di Laut
Dihantam Ombak Besar...
Dihantam Ombak Besar di Perairan Wonggarasi Timur, 5 Nelayan Selamat 1 Hilang
Tiga Hari Hilang saat...
Tiga Hari Hilang saat Melaut, Nelayan Asal Maros Ditemukan Tewas
Nelayan Bintan yang...
Nelayan Bintan yang Hanyut 7 Hari Akhirnya Kembali ke Rumah
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
57 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved