TNS Tunjukkan Inovasi Industri Makanan dan Minuman

Selasa, 27 Januari 2015 - 00:40 WIB
TNS Tunjukkan Inovasi...
TNS Tunjukkan Inovasi Industri Makanan dan Minuman
A A A
JAKARTA - TNS Indonesia, perusahaan di bidang riset pasar, menunjukkan beberapa inovasi terhadap sejumlah industri makanan dan minuman dalam menyiapkan strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan produk baru tanpa harus mendistorsi produk lama.

"Kami menunjukkan pertumbuhan industri makanan dan minuman pada tahun 2014 sangat rendah, juga memperlihatkan untuk menciptakan pasar produk baru bukan hal mudah," ujar Direktur Eksekutif TNS Indonesia, Mahesh Kumar Agarwal dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (26/1/2015).

Menurutnya, dalam meluncurkan produk makanan dan minuman bukan sekadar rasa dan kemasan, tetapi juga harus memahami apa yang dibutuhkan konsumen. Siapa yang membeli produk ini? Semua itu harus dipelajari untuk melakukan inovasi di bidang pemasaran.

Mahesh juga mengapresiasi salah satu produk teh dalam kemasan yang telah menerapkan inovasi dengan memasarkan harga lebih murah dibanding kompetitor dan kemasan lebih kecil.

Mereka sebelumnya telah melakukan riset yang mendalam ternyata konsumen Indonesia memang hanya membutuhkan air minum dalam kemasan dengan ukuran cukup bukan ukuran besar.

Managing Director Innovation and Product Development TNS Asia Pacific Ray Crook mengatakan, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang survei pihaknya membantu klien untuk melakukan kajian terhadap pasar, menyiapkan strategi mengembangkan pasar, bagaimana membuka peluang untuk meningkatkan pangsa pasar.

TNS, lanjut Roy, akan mengingatkan kepada perusahaan untuk menyiapkan strategi yang matang saat meluncurkan produk baru, sehingga jangan sampai usianya tiga sampai empat bulan sudah hilang di pasar.

"Harapan kami perusahaan harus mampu mengembangkan produk dalam jangka panjang," ucapnya.

Dia mengatakan, banyak kegagalan disebabkan industri tidak menyiapkan strategi dengan benar, belum memahami pasar, serta tidak melihat peluang. A

"Apa yang dijanjikan saat meluncurkan produk ternyata setelah dicoba konsumen tidak sesuai ekspetasi, sehingga memutuskan untuk tidak membeli lagi produk tersebut," ujar Roy.

Client TNS sendiri merupakan perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia, seperti Unilever, Danone, Nestle, Indofood, Kalbe, dan sebagainya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri F&B Melaju...
Industri F&B Melaju Pesat, LNK Jawab Tantangan Lewat Fasilitas Inovatif
Kinerja Industri Minuman...
Kinerja Industri Minuman Tahun 2023 Serta Peluang dan Tantangan di Tahun 2024
Industri Makanan dan...
Industri Makanan dan Minuman Indonesia: Melaju Pesat, Siap Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional
Industri Makanan dan...
Industri Makanan dan Minuman Lakukan Inovasi Antisipasi Pandemi
Industri Makanan dan...
Industri Makanan dan Minuman 'Dimasak' Menuju Transformasi Digital
25 Tahun Berkiprah,...
25 Tahun Berkiprah, Foodex Fokus Kembangkan Cita Rasa Nusantara
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
1 jam yang lalu
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
2 jam yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
12 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
12 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
13 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
14 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved