Kenaikan Bea Masuk Impor Film Tidak Tepat

Rabu, 28 Januari 2015 - 12:08 WIB
Kenaikan Bea Masuk Impor...
Kenaikan Bea Masuk Impor Film Tidak Tepat
A A A
JAKARTA - Wacana usulan kenaikan bea masuk impor film dinilai tidak tepat. Terlebih bila rencana kenaikan bea masuk tersebut dibandingkan dengan besaran pajak pertambahan nilai (PPN) 10% yang dikenakan kepada produsen film.

“Membandingkan antara bea masuk film impor dan PPN 10% yang dikenakan pada produksi film nasional adalah rancu. Pasalnya, bea impor dan PPN merupakan dua hal yang berbeda,” kata pengamat perfilman, Kemala Atmodjo, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta kemarin. Pernyataan Kemala terkait dengan usulan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk menaikkan bea impor film, setelah terlebih dahulu membandingkan antara bea impor film dan PPN 10%.

Intinya, pengenaan bea masuk atas film impor dianggap tidak seimbang dengan PPN yang dikenakan pada produksi film nasional. Menurut Kemala, bea masuk dikenakan atas barang yang diimpor. Sedangkan, PPN film nasional dikenakan atas barang yang diproduksi. Di mana pun, bea masuk film asing memang lebih rendah dibandingkan PPN yang dikenakan pada produksi film nasional.

Hal ini karena bea masuk hanya dihitung dari nilai fisik rol film atau hard disk digitalnya. “Bukan berarti bahwa film asing tidak terkena PPN. Tetapi, dikenakan di negara tempat dia diproduksi,” kata Kemala. Yang tidak banyak diketahui, ujar dia, selain harus membayar bea masuk, importir juga harus membayar royalti atas film tersebut. Artinya, film asing yang diimpor ke Indonesia bukan benar-benar dibeli dan kemudian dimiliki oleh importir.

Sebelumnya pengamat perpajakan dari Universitas Indonesia, Darussalam, juga tidak sependapat dengan usulan Kadin. Menurutnya, membandingkan antara bea impor film dan pajak produksi film nasional, tidak tepat. Karena jika ingin apple to apple, maka yang dibandingkan adalah antara pungutan impor film di Indonesia dan pungutan impor film di negara lain.

Yanto kusdiantono
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
4 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
5 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
5 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
5 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved