Impor Buah dan Sayur Bakal Diperketat karena Apel Berbakteri

Jum'at, 30 Januari 2015 - 16:33 WIB
Impor Buah dan Sayur...
Impor Buah dan Sayur Bakal Diperketat karena Apel Berbakteri
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan akan melakukan pengetatan terhadap impor buah dan sayur (hortikultura) menyusul pelarangan perdagangan apel jenis Granny Smith dan Gala, yang diproduksi Bidart Bros California, karena mengandung bakteri Listeria Monocytogenes.

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menjelaskan, hal ini dilakukan agar produk-produk hortikultura tidak sembarangan bebas masuk ke Indonesia.

Sebab, bukan hanya apel tersebut yang mengandung bakteri, tetapi apel yang berasal dari China juga dimungkinkan banyak mengandung bahan kimia.

"Ini yang dari China juga katanya mengandung bahan kimia. Makanya, nanti harus lewat karantina semua," jelas Mendag di kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (30/1/2015).

Dia melanjutkan, pengetatan terhadap produk-produk impor ini juga dilakukan sebagai antisipasi berlanjutnya pasar tunggal Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir tahun ini. Produk-produk hortikultura yang masuk ke Indonesia hanya berkualitas baik.

"Pada 1 Januari atau awal 2016, dikhawatirkan negara lain akan memanfaatkan MEA untuk masuk ke pasar Indonesia. Makanya pasar kita harus dilindungi," terangnya.

Langkah pengamanan lain, lanjut Rachmat, Kementerian Perdagangan akan mewajibkan para importir untuk terdaftar di dalam asosiasi. Sehingga, proses pertanggungjawabannya akan lebih mudah.

"Para importir tersebut nanti mesti masuk asosiasi, sehingga ada pertanggungjawaban juga dari asosiasi. Ini juga salah satu cara dalam membenahi perizinan impor," jelasnya.

Di sisi lain, menurut Rachmat, kasus apel berbakteri ini bisa menjadi peluang bagi produk apel dalam negeri untuk menguasai pasar di Tanah Air.

"Ini adalah kesempatan bagi apel dalam negeri untuk kita angkat. Karena selama ini impor tinggi, sehingga apel dalam negeri kurang terangkat," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menangkap Peluang Ekspor...
Menangkap Peluang Ekspor Buah dan Sayur ke Uni Emirat Arab Saat Pandemi
Aseibssindo Minta Pemerintah...
Aseibssindo Minta Pemerintah Tetapkan Kebijakan Relaksasi Impor Produk Buah dan Sayur
Persoalan Jatah Pengurusan...
Persoalan Jatah Pengurusan Impor Bukan Hal Baru, Terus Dikeluhkan Pengusaha
Kemendag: Surplus Neraca...
Kemendag: Surplus Neraca Perdagangan 2021 Bisa Pecahkan Rekor
Ini 5 Manfaat Makan...
Ini 5 Manfaat Makan Banyak Buah dan Sayuran Berwarna Hijau
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
11 menit yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
35 menit yang lalu
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
43 menit yang lalu
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
1 jam yang lalu
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
1 jam yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
2 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved