BRI Genjot Fee Based Income dari Transaksi Elektronik

Selasa, 03 Februari 2015 - 17:02 WIB
BRI Genjot Fee Based...
BRI Genjot Fee Based Income dari Transaksi Elektronik
A A A
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk terus mendorong pertumbuhan fee based income (FBI) dengan maksimalkan infrastruktur jaringan dan transaksi elektronik.

Corporate Secretary BRI Budi Satria mengatakan, pencapaian FBI pada 2014 meningkat 24,9% dibanding 2013, yakni dari Rp4,9 triliun menjadi Rp6,1 triliun.

"Fee ATM & e-channel merupakan fee income berbasis transaksional yang memberikan kontribusi terbesar bagi fee based income BRI," ujar Budi dalam rilisnya, Selasa (3/2/2015).

BRI menegaskan komitmennya menggenjot kinerja bisnisnya melalui transaksi e-channel dan e-banking. Melalui pemanfaatan teknologi terkini, perseroan sangat serius menggarap transaksi masa depan ini.

Hal itu ditunjukkan dengan kinerja e-banking BRI yang terus meningkat, yang dapat dilihat dari peningkatan jumlah pengguna, jumlah transaksi dan volume transaksi pada ATM, mobile banking dan internet banking BRI.

Budi memaparkan, dari segi pengguna, pemegang kartu ATM BRI mengalami kenaikan sebesar 66,3% year on year (yoy) dari 19,4 juta menjadi 32,2 juta di kuartal IV/2014. Sedangkan jumlah pengguna mobile banking BRI yang pada kuartal IV/2013 tercatat 5,9 juta, meningkat 49,3% menjadi 8,8 juta pada kuartal IV/2014.

"Dan untuk jumlah pengguna Internet Banking BRI naik 103,8% yoy, dari 1 juta menjadi 2,1 juta," terangnya.

Dari sisi jumlah transaksi, di ATM BRI mengalami kenaikan 28,1% dari 1.150,7 juta pada kuartal IV/2013 menjadi 1.474,5 juta di kuartal IV/2014.

Sedangkan pada mobile banking BRI jumlah transaksi pada kuartal IV/2013 lalu sebanyak 84 juta, meningkat hingga 56,2% menjadi 131,3 juta pada kuartal IV/2014. Untuk jumlah transaksi internet banking BRI naik 140,4% yoy dari 23,9 juta menjadi 57,4 juta.

Dari volume transaksi, di ATM BRI naik 25,7%, dari Rp 757,8 triliun pada kuartal IV/2013 menjadi Rp952,6 triliun di kuartal IV/2014.

Sedangkan volume transaksi mobile banking BRI pada kuartal IV/2013 tercatat Rp21 triliun, meningkat hingga 130,5% menjadi Rp48,5 triliun pada kuartal IV/2014. Sementara volume transaksi internet banking BRI naik 219,1% yoy dari Rp26,8 triliun menjadi Rp85,5 triliun.

Untuk menjaga serta meningkatkan kinerja bisnisnya melalui transaksi e-channel dan e-banking, BRI terus mengembangkan jaringan unit kerja baik konvensional maupun e-channel serta meningkatkan kualitas layanan dalam bertransaksi.

"Ke depannya pertumbuhan FBI akan didorong oleh pertumbuhan fee income yang berbasis transaksional," sebutnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Presiden Jokowi Apresiasi...
Presiden Jokowi Apresiasi Peran BRI dalam Pengembangan UMKM Indonesia
BRI Berhasil Salurkan...
BRI Berhasil Salurkan Pinjaman Dana Pemerintah Rp136,7 Triliun
BRI Beri Tips Bertransaksi...
BRI Beri Tips Bertransaksi Aman Saat Lebaran
Investor Ritel Saham...
Investor Ritel Saham BRI Melesat Enam Kali Lipat Dalam Dua Tahun
BRI Hadirkan Virtual...
BRI Hadirkan Virtual Coaching Bagi Pelaku UMKM di Seluruh Indonesia
85% Kantor BRI Telah...
85% Kantor BRI Telah Beroperasi dengan Protokol The New Normal
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
5 jam yang lalu
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
5 jam yang lalu
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
6 jam yang lalu
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
7 jam yang lalu
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
7 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved