Pertumbuhan Uang Beredar Melambat pada Desember

Kamis, 05 Februari 2015 - 11:10 WIB
Pertumbuhan Uang Beredar...
Pertumbuhan Uang Beredar Melambat pada Desember
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, pertumbuhan uang beredar (M2) pada Desember 2014 tumbuh melambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Posisi M2 tercatat sebesar Rp4.170,7 triliun, tumbuh 11,8% (year on year/yoy), namun lebih rendah dibanding November 2014 (12,7% yoy).

Perlambatan tersebut bersumber dari komponen uang kartal dan logam (M1) dan uang kuasi yang pertumbuhannya turun, masing masing dari 9,8% (yoy) menjadi 6,2% (yoy) dan dari 13,9% (yoy) menjadi 13,7% (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, ‎melambatnya M1 terutama disebabkan oleh turunnya pertumbuhan uang kartal di luar bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

"Sementara perlambatan uang kuasi terutama disebabkan oleh turunnya pertumbuhan simpanan berjangka valas,"ujar dia, Kamis (5/2/2015).

Di samping itu, dana pihak ketiga (DPK) pada Desember 2014 mencapai Rp4.007,9 triliun, naik 12% (yoy), namun lebih rendah dibanding November 2014 (13,4%, yoy).

Dia mengungkapkan, rendahnya pertumbuhan DPK juga sejalan dengan perlambatan pertumbuhan uang beredar. Perlambatan pertumbuhan DPK tersebut terjadi pada seluruh jenis simpanan yaitu giro, tabungan, dan simpanan berjangka.

Giro tercatat sebesar Rp845,7 triliun atau tumbuh 6,1% (yoy), melambat dibanding November 2014 (7,8%;yoy). Menurutnya, perlambatan giro terutama bersumber dari giro rupiah yang tumbuh melambat sebesar 7,5% (yoy) dibanding November (12,3%, yoy).

Sedangkan tabungan dan simpanan berjangka mengalami pertumbuhan sebesar 6,1% dan 19,7% pada Desember 2014, lebih rendah dibanding November 2014 (7% dan 21,2% yoy).

"Perlambatan jumlah simpanan terjadi pada simpanan milik perseorangan yang ditengarai terkait meningkatnya konsumsi masyarakat pada Desember tahun lalu bertepatan dengan hari Natal, Tahun baru, dan libur sekolah," papar dia.

Selain itu, perlambatan pertumbuhan DPK juga dipengaruhi oleh perlambatan simpanan milik korporasi yang diindikasi terkait pembiayaan kegiatan produksinya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Calon Deputi Gubernur...
Calon Deputi Gubernur BI Doni Primanto Fokus Dorong Keuangan Digital
16 Lembaga Keuangan...
16 Lembaga Keuangan Akan Jadi Peserta Baru BI Fast
BI Rilis Aturan BI-FAST:...
BI Rilis Aturan BI-FAST: Bisa Transaksi Rp250 Juta dengan Tarif Rp2.500
Joss! BNI Terima Dua...
Joss! BNI Terima Dua Penghargaan Sekaligus dari BI
BI Ungkap Kepemilikan...
BI Ungkap Kepemilikan Rekening Bank di Indonesia Baru 65,4 Persen
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
1 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
1 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
2 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved