Investasi Mandek di Indonesia Capai Rp423 Triliun
Kamis, 05 Februari 2015 - 15:40 WIB
Investasi Mandek di Indonesia Capai Rp423 Triliun
A
A
A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan, nilai investasi yang mandek alias terhenti selama 2014 mencapai Rp423 triliun. Nilai tersebut berasal dari 95 investasi yang masuk hingga akhir tahun.
Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, dari 95 investasi yang mandek tersebut salah satunya merupakan pembangunan pembangkit listrik di wilayah Batang, Jawa Tengah. "Ada 95 investasi yang terhenti, mungkin sekarang tinggal 90. Nilainya Rp423 triliun. Mungkin kalau tahu, di antaranya power plan yang di Batang," ujarnya di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (5/2/2015).
Dia menuturkan, kendala dalam proyek pembangunan pembangkit listrik di Batang lantaran sulitnya pembebasan lahan. Kendati demikian, Franky memastikan pembebasan lahan di wilayah tersebut telah diselesaikan.
"Kita sudah selesaikan terkait pertanahan (Batang). Saya kira dalam waktu dekat sudah bisa konstruksi," jelasnya.
Selain proyek kelistrikan Batang, investasi yang mandek pada 2014 juga berasal dari proyek PLN di wilayah Cilacap dan pelepasan kawasan hutan untuk industri semen. "Peran BKPM lebih kepada investasi yang di dalam negeri harus diutamakan, dan didorong untuk lebih meningkat lagi," tandasnya.
Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, dari 95 investasi yang mandek tersebut salah satunya merupakan pembangunan pembangkit listrik di wilayah Batang, Jawa Tengah. "Ada 95 investasi yang terhenti, mungkin sekarang tinggal 90. Nilainya Rp423 triliun. Mungkin kalau tahu, di antaranya power plan yang di Batang," ujarnya di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (5/2/2015).
Dia menuturkan, kendala dalam proyek pembangunan pembangkit listrik di Batang lantaran sulitnya pembebasan lahan. Kendati demikian, Franky memastikan pembebasan lahan di wilayah tersebut telah diselesaikan.
"Kita sudah selesaikan terkait pertanahan (Batang). Saya kira dalam waktu dekat sudah bisa konstruksi," jelasnya.
Selain proyek kelistrikan Batang, investasi yang mandek pada 2014 juga berasal dari proyek PLN di wilayah Cilacap dan pelepasan kawasan hutan untuk industri semen. "Peran BKPM lebih kepada investasi yang di dalam negeri harus diutamakan, dan didorong untuk lebih meningkat lagi," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :