Ekonomi Melemah, BKPM Pede Investasi 2015 Tetap Cerah
Kamis, 05 Februari 2015 - 17:19 WIB
Ekonomi Melemah, BKPM Pede Investasi 2015 Tetap Cerah
A
A
A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) masih percaya diri (pede) investasi dalam negeri tahun ini tetap cerah. Meskipun pertumbuhan ekonomi 2014 melambat menjadi 5,02%.
Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 hanya mencapai 5,02%. Pertumbuhan ini mengalami penurunan hingga 72 basis poin, dibanding 2013 yang mencapai 5,78%.
"Kalau dari sisi investasi sebetulnya saya melihat ada beberapa yang potensinya (investasi) masih besar," kata Kepala BKPM Franky Sibarani di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (5/2/2015).
Dia mengatakan, optimisme tersebut muncul lantaran melihat pertumbuhan investasi tahun lalu yang melonjak 16%. Selain itu, masih ada potensi investasi yang berasal dari investasi mandek yang mencapai Rp423 triliun.
"Kemudian dari minat invetasi USD74 miliar, dan di situ banyak industri padat karya, industri nilai tambah, listrik, maritim dan lain-lain. Saya kira itu masih optimis untuk 2015," tandas Franky.
Sekadar informasi, BKPM menargetkan investasi yang akan masuk ke Indonesia pada 2015 mencapai Rp519,5 triliun, atau tumbuh 14% dari pencapaian tahun sebelumnya.
Target ini terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp175,8 triliun, dan penanaman modal asing (PMA) Rp343,7 triliun.
Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 hanya mencapai 5,02%. Pertumbuhan ini mengalami penurunan hingga 72 basis poin, dibanding 2013 yang mencapai 5,78%.
"Kalau dari sisi investasi sebetulnya saya melihat ada beberapa yang potensinya (investasi) masih besar," kata Kepala BKPM Franky Sibarani di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (5/2/2015).
Dia mengatakan, optimisme tersebut muncul lantaran melihat pertumbuhan investasi tahun lalu yang melonjak 16%. Selain itu, masih ada potensi investasi yang berasal dari investasi mandek yang mencapai Rp423 triliun.
"Kemudian dari minat invetasi USD74 miliar, dan di situ banyak industri padat karya, industri nilai tambah, listrik, maritim dan lain-lain. Saya kira itu masih optimis untuk 2015," tandas Franky.
Sekadar informasi, BKPM menargetkan investasi yang akan masuk ke Indonesia pada 2015 mencapai Rp519,5 triliun, atau tumbuh 14% dari pencapaian tahun sebelumnya.
Target ini terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp175,8 triliun, dan penanaman modal asing (PMA) Rp343,7 triliun.
(izz)
Lihat Juga :