Siap-siap Pemilik Mobil Mewah Diperiksa Ditjen Pajak

Kamis, 05 Februari 2015 - 19:37 WIB
Siap-siap Pemilik Mobil...
Siap-siap Pemilik Mobil Mewah Diperiksa Ditjen Pajak
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menegaskan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) khususnya Ditjen Pajak baru-baru ini mendata seorang wajib pajak (WP) yang membeli mobil mewah Lamborghini.

Hal ini dilakukan sebagai wujud pengujian terhadap pengembangan teknologi IT di lingkungan ditjen pajak yang diberikan anggaran lebih besar oleh Kemenkeu.

"Kita keluarkan data untuk pembeli Lamborghini 2014, itu datanya lengkap banget. Kemudian daftarnya saya cek ada yang enggak punya NPWP. Kemudian saya minta tolong klik data itu, dan ternyata perempuan. Saya curiga, kok dia enggak punya NPWP," ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Kamis (5/2/2015).

Tak sampai di ditu, setelah mendapatkan data tersebut, kemudian dirjen pajak mencari data lewat Kartu Keluarga dari si pembeli Lamborghini tersebut.

"Ternyata, itu yang punya bukan orang biasa. Dia beli pakai uang suaminya atas nama istrinya. Dari nama suami yang di KK, suaminya punya NPWP. Nah di sini yang kita lakukan track record," jelasnya.

Setelah dilakukan track record, ujar Bambang, ternyata pihak dirjen pajak melihat pajak tahunan si suami tersebut tidak sesuai jika dibandingkan dengan kepemilikan Lamborghini.

"Dari situ, kita coba datangi, ada alamat
rumahnya, kemudian kita ngomong, Anda punya aset ini bayar pajak segini, ini enggak match karena harusnya bayar sekian," ujar Bambang.

Jadi, ini akan jadi pusat data yang ditemukan di wajib pajak. Si wajib pajak akan ditunjukkan data aset yang sebenarnya agar dia tahu dan berapa besar pajak yang dibayarnya.

"Jadi kita tunjukkan, ini lho transaksi yang harusnya bapak ibu lakukan. Harus bayar pajak lebih, ini yang kurang dilakukan. Makannya kita adakan anggaran untuk perbaiki di sektor IT," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
20 Tahun Tak Pernah...
20 Tahun Tak Pernah Naik, Bea Meterai Jadi 10 Ribu
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
24 menit yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
34 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved