BI: Transaksi Modal dan Finansial Surplus

Minggu, 15 Februari 2015 - 09:53 WIB
BI: Transaksi Modal...
BI: Transaksi Modal dan Finansial Surplus
A A A
JAKARTA - Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia (BI) Hendy Sulistyowati mengatakan, pada triwulan IV 2014, transaksi modal dan finansial mengalami surplus. Hal ini didukung aliran masuk investasi langsung asing (FDI) dan surplus investasi lain dari penarikan simpanan penduduk di luar negeri serta penarikan pinjaman LN korporasi.

Namun, surplus transaksi modal dan finansial ini masih lebih rendah dibandingkan dengan surplus triwulan III 2014 sebesar USD14,7 miliar atau senilai Rp187 triliun (kurs Rp12.725/USD). Kondisi ini terjadi karena keluarnya dana asing dari instrumen portofolio rupiah pada Desember 2014, yang dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terkait rencana kenaikan Fed Fund Rate (menanggapi rilis data perbaikan ekonomi AS).

Secara keseluruhan, kinerja NPI 2014 mencatat perbaikan signifikan didukung oleh keberhasilan sinergi kebijakan stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia dan pemerintah. "NPI 2014 mencatat surplus USD15,2 miliar, setelah sebelumnya mengalami defisit USD7,3 miliar pada 2013," kata Hendy, akhir pekan lalu.

Perbaikan tersebut ditopang menyusutnya defisit transaksi berjalan dan meningkatnya surplus transaksi modal dan finansial. Sementara defisit transaksi berjalan menurun menjadi USD26,2 miliar (2,95% PDB) dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD29,1 miliar (3,18% PDB).

Perbaikan kinerja tersebut terutama dipengaruhi menurunnya impor akibat melemahnya permintaan domestik sebagai dampak dari moderasi pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi ekspor, meskipun ekspor secara keseluruhan menurun. Hanya ekspor manufaktur yang membaik, sejalan dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi AS yang turut membantu perbaikan kinerja tersebut. Selain itu, menyusutnya defisit neraca jasa dan meningkatnya surplus neraca pendapatan sekunder turut berkontribusi terhadap perbaikan kinerja transaksi berjalan.

"Pada sisi lain, surplus transaksi modal dan finansial tahun 2014 mencapai USD43,6 miliar, dari sebelumnya USD22,0 miliar pada 2013," ungkapnya.

Meningkatnya surplus transaksi modal dan finansial ini didorong oleh kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. Proses perbaikan keseimbangan eksternal Indonesia yang tercermin pada struktur NPI yang lebih sehat diperkirakan akan terus berlanjut sejalan dengan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang ditempuh BI serta langkah reformasi fiskal pemerintah.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
11 jam yang lalu
Lewat LinkUMKM BRI,...
Lewat LinkUMKM BRI, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Instan Berbahan Kakao Khas Lampung
13 jam yang lalu
Mengulik Strategi Indonesia...
Mengulik Strategi Indonesia dalam Mengejar PLTS 100 GW, Apa yang Dibutuhkan?
13 jam yang lalu
Kisah BRILink Agen John,...
Kisah BRILink Agen John, Dorong Perekonomian Masyarakat Perbatasan RI-Papua Nugini
13 jam yang lalu
Bisnis F&B Tumbuh Pesat,...
Bisnis F&B Tumbuh Pesat, Bali Jadi Hotspot Baru Ekspansi Franchise di Indonesia
14 jam yang lalu
Petani Sawit Apresiasi...
Petani Sawit Apresiasi PKS Taat HPP di Tengah Anjloknya Harga TBS
15 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved