Persoalan yang Mengganggu Serapan APBN

Minggu, 15 Februari 2015 - 19:15 WIB
Persoalan yang Mengganggu...
Persoalan yang Mengganggu Serapan APBN
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengungkapkan ada beberapa kendala yang dinilai mengganggu daya serap penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dia melihat, persoalan sistem perencanaan dengan kebutuhan yang kerap tidak sesuai. Karena terjadi pertentangan antara Undang-undang (UU) Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dengan UU No 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

"Akibatnya pada perencanaan pembangunan nasional belum tentu cocok, belum tentu sesuai, dan merujuk pada aspirasi masyarakat. Disebut secara global, APBN harus tunduk pada ekonomi konstitusi (menyejahterakan rakyat)," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (15/2/2015).

Sehingga, lanjut Ichsanuddin, efektivitas penggunaan anggaran masih jauh dari harapan. Hal ini seperti yang terjadi pada masa pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Ya, sampai seberapa jauh tujuan tercapai. Di era SBY serapannya rendah, nanti di era yang namanya Joko Widodo sama saja karena ada problem ketakutan pada persoalan di KPK. Juga soal sistem perencanaan yang sering tidak sesuai dengan kebutuhan. Kesimpulannya sederhana," jelasnya.

Sementara untuk pemanfaatan anggaran tersebut terletak pada pengawasan, kesesuaian pelaksanaan dengan perencanaan, dan soal sistem penggunaan anggaran. "Termasuk pengawasan BPK, KPK, sejauh ini pengawasan membaik tapi kan efektivitas rendah," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN per November 2024...
APBN per November 2024 Tekor Rp401,8 triliun
APBN Februari 2025 Defisit...
APBN Februari 2025 Defisit 0,13 Persen atau Rp31,2 Triliun
Simak! Kinerja APBN...
Simak! Kinerja APBN Mei 2022
Kinerja APBN 2021 Dinilai...
Kinerja APBN 2021 Dinilai Cukup Positif, Ini Penjelasannya
APBN Defisit Rp104,2...
APBN Defisit Rp104,2 Triliun per Maret 2025
APBN Kuartal I 2025...
APBN Kuartal I 2025 Tetap Terjaga
Berita Terkini
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
6 menit yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
54 menit yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
1 jam yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
1 jam yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
1 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved