Perumahan Rakyat Butuh Dukungan Perbankan

Rabu, 25 Februari 2015 - 16:29 WIB
Perumahan Rakyat Butuh...
Perumahan Rakyat Butuh Dukungan Perbankan
A A A
JAKARTA - Kendala dalam penyediaan perumahan rakyat selain infrastruktur adalah dukungan pembiayaan dari perbankan. Sementara kebutuhan perumahan di Indonesia terus meningkat.

Hingga tahun ini, diperkirakan kebutuhan perumahan mencapai 15 juta unit. Peningkatan tersebut akibat pertumbuhan penduduk yang terus naik.

Sebaran backlog perumahan di Indonesia terbesar masih di Pulau Jawa yang membutuhkan 7,7 juta rumah baru. Sementara di Sumatera mencapai 2,96 juta unit, Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara sebesar 692.000 unit. Kemudian, di Pulau Kalimantan 805.000 unit, Sulawesi 950.000 unit, Maluku 139.000 unit, dan Papua mencapai 183.000 unit.

Indonesia Property Watch (IPW) menyebutkan, anggaran yang dibutuhkan untuk program subsidi rumah, seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) jumlahnya sangat besar mencapai Rp50 triliun per tahun. Sementara anggaran pemerintah hanya Rp33 triliun untuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dari jumlah itu, hanya 20% dialokasikan untuk perumahan rakyat.

Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda menilai saat ini pemerintah terkesan terlalu cepat memberikan pernyataan program perumahan tanpa disertai program kerja yang jelas.

“Wacana pemerintah mengenai penurunan bunga FLPP dari 7,25% fixed selama 20 tahun menjadi 5% disambut baik oleh konsumen berpenghasilan rendah. Kendati demikian, perlu ada keseriusan pemerintah karena untuk membuat bunga 5%, kontribusi pemerintah terhadap pembiayaan FLPP harus lebih 80%, sedangkan sisanya dari bank pelaksana," terangnya.

Menurut Ali, konsep perumahan rakyat yang dibangun pada masa Orde Baru dinilai lebih maju dari sekarang karena telah dibangun sejumlah institusi pilar perumahan rakyat dan jelas peta jalannya. Dia mencontohkan, Bank BTN ditunjuk sebagai bank yang fokus untuk membiayai perumahan. Sementara Perumnas bertugas mengembangkan perumahan publik. “Sekarang visi Perumnas tidak berjalan sementara BTN selalu diganggu dengan isu akuisisi,” kata Ali.

Ketua Umum DPD Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta, Amran Nukman menilai, kebutuhan rumah bagi masyarakat masih cukup besar. “Bila ditambah oleh program pemerintah menggenjot infrastruktur, bisa mendorong pertumbuhan properti kian besar. Kehadiran infrastruktur menciptakan pertumbuhan sektor properti,” ungkapnya.

Untuk itu, Bank BTN terus melakukan gebrakan untuk memenuhi tujuan bisnisnya sebagai pemain utama di pembiayaan perumahan. Sebagai bank yang fokus bisnis pembiayaan perumahan. BTN terus melakukan terobosan untuk meningkatkan penyaluran kreditnya di sektor tersebut.

"Kami tetap fokus di pembiayaan perumahan karena kebutuhan rumah akan terus meningkat dan para pelaku usaha terkait pembangunan perumahan termasuk perbankan. Sebagai pendukung pembiayaan, kami harus siap," kata Direktur Utama Bank BTN Maryono.

BTN juga terlibat aktif dalam program penyaluran subsidi perumahan yang dikeluarkan pemerintah. Melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), setiap tahun BTN sanggup menyalurkan 95% sampai 96% dari total FLPP. BTN sudah mempunyai pengalaman hampir 40 tahun menggeluti pembiayaan perumahan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pinhome Perluas Area...
Pinhome Perluas Area Operasional hingga Jawa Timur
Bersatu Sukses Group...
Bersatu Sukses Group Hadirkan Rumah Berkonsep Smart Digital
Mau Kejar Emas ?, Atau...
Mau Kejar Emas ?, Atau Investasi di Sektor Properti
Ingin Bisnis Properti...
Ingin Bisnis Properti Tetap Jalan Saat Pandemi, Ikuti Lima Langkah Ini
Srimaya Commercial,...
Srimaya Commercial, Ruang Usaha Ekonomis Pertama Persembahan Summarecon
PT Summarecon Agung...
PT Summarecon Agung Luncurkan Ruang Usaha Ekonomis di Karawang
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved