Indeks S&P dan Nasdaq Terkoreksi, Dow Cetak Rekor

Kamis, 26 Februari 2015 - 09:00 WIB
Indeks S&P dan Nasdaq...
Indeks S&P dan Nasdaq Terkoreksi, Dow Cetak Rekor
A A A
NEW YORK - Wall Street ditutup meyoaritas melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi di tengah menguatnya saham energi akibat melonjaknya harga minyak.

Di Wall Street, saham Apple Inc mengalami penurunan tajam memberi imbas pada indeks S&P 500 dan Nasdaq. Sahamnya Apple jatuh 2,6% ke level USD 126,79 per lembar. Sedangkan indeks Dow berakhir pada rekor tertinggi didorong saham McDonald Corp.

Data perumahan Amerika Serikat (AS) dan data pabrik China tidak cukup kuat mendorong kenaikan bursa saham setelah pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengenai waktu penaikan suku bunga yang lebih fleksibel.

Aktivitas pabrik di China pada Februari mencetak rekor empat bulan, tetapi ekspor menyusut pada tingkat tercepat dalam 20 bulan terakhir.

Kepala Strategi Internasional di Wells Fargo Investment Institute Paul Christopher mengatakan, di tengah sentimen positif dari China, investor menunggu katalis lain, seperti laporan pekerjaan AS yang akan datang dan kejelasan lebih lanjut dari The Fed.

"Sekarang Anda perlu dorongan lain untuk bergerak lebih tinggi," katanya seperti dilansir dari Reuters, Kamis (26/2/2015).

Sementara itu, minyak mentah AS ditutup naik 3,5% menjadi USD50,99 per barel dan minyak mentah Brent naik 5% menjadi USD61,63 setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi mengatakan permintaan minyak tumbuh.

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 15,38 poin atau 0,08% ke 18.224,57; indeks S&P 500 kehilangan 1,62 poin atau 0,08% ke 2.113,86; dan indeks Nasdaq Composite turun 0,99 poin atau 0,02% ke 4.967,14.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
7 menit yang lalu
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan EV, Mandiri Auto Deals 2026 Tawarkan Pengalaman Menarik
44 menit yang lalu
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
1 jam yang lalu
Bahlil Pastikan Warga...
Bahlil Pastikan Warga Terdampak Proyek Blok Masela Bakal Dapat Ganti Untung
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Perkuat...
Pupuk Kaltim Perkuat Green and Smart Port, Dukung Daya Saing Industri dan Logistik
2 jam yang lalu
Prabowo Merasa Berutang...
Prabowo Merasa Berutang ke Warga Maluku saat Resmikan LNG Abadi Masela: Janji Dibayar
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved