Nasdaq Naik di Atas 5.000 Didukung Saham Teknologi

Selasa, 03 Maret 2015 - 08:51 WIB
Nasdaq Naik di Atas...
Nasdaq Naik di Atas 5.000 Didukung Saham Teknologi
A A A
NEW YORK - Indeks Nasdaq pada perdagangan Senin waktu setempat ditutup di atas level 5.000 untuk kali pertama sejak 2000 didukung saham teknologi. Sedangkan indeks S&P 500 dan Dow mencapai rekor setelah data menunjukkan percepatan ekonomi.

Kenaikan indeks Nasdaq merupakan kali ketiganya indeks ini berakhir di atas 5.000, terakhir kali dicetak pada 10 Maret 2000.

"Laba bersih dan pendapatan yang mendorong posisi Nasdaq sekarang," kata Managing Director di Evercore ISI Douglas Depietro seperti dilansir dari Reuters, Selasa (3/3/2015).

Adapun pendorong terbesar kenaikan adalah saham Google Inc (GOOG.O), NXP Semiconductors NV (NXPI.O), Intel Corp (INTC.O) dan Cisco Systems Inc (CSCO.O ) setelah berita dua transaksi besar.

Saham NXP naik 17,3% menjadi USD99,56 setelah sepakat membeli Freescale Semiconductor Ltd (FSL.N) untuk menciptakan perusahaan bernilai lebih dari USD40 miliar. Saham Freescale naik 11,8% menjadi USD40,36.

Menurut Depietro, untuk sisa minggu ini kemungkinan akan ada sedikit jeda karena menunggu data ekonomi yang akan dirilis pada Jumat.

"Karena itu dapat memberikan indikasi mengenai apa yang akan dilakukan Fed terkait suku bunga," ujarnya.

Belanja konsumen AS turun untuk bulan kedua di Januari seiring susutnya harga bahan bakar, sehingga meredam inflasi. Sementara pendapatan pribadi di bawah proyeksi, hanya naik 0,3%.

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 155,93 poin atau 0,86% ke 18.288,63; indeks S&P 500 naik 12,89 poin atau 0,61% ke 2.117,39; dan indeks Nasdaq bertambah 44,57 poin atau 0,9% ke 5.008,10.

Sebanyak 6,43 miliar lembar saham ditransaksikan di bursa AS, naik dibandingkan rata0rata lima sesi terakhir sebanyak 6,3 miliar lembar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk,...
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan
5 menit yang lalu
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
28 menit yang lalu
Groundbreaking Blok...
Groundbreaking Blok Masela, Prabowo: Kita Menunggu 3 Dekade
1 jam yang lalu
Blok Abadi Masela Senilai...
Blok Abadi Masela Senilai Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Bakal Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal
1 jam yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
2 jam yang lalu
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved