Wall Street Berakhir Turun Setelah Cetak Rekor

Rabu, 04 Maret 2015 - 08:56 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Turun Setelah Cetak Rekor
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat berakhir turun setelah mencapai rekor pada hari sebelumnya.

Sentimen melambatnya angka penjualan mobil. Untuk tahun kedua berturut-turut, musim dingin yang ekstrim menyebabkan melambatnya penjualan kendaraan di Amerika Serikat (AS) pada Februari.

Saham Fiat Chrysler (FCAU.N) turun 3,3% menjadi USD15,31, sementara Ford Motor (FN) turun 2,4% menjadi USD16,17.

Menambah kehati-hatian investor, peringatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama terkait kesepakatan program nuklir dengan Iran.

Itu menyebabkan beberapa investor mengambil jeda setelah reli pada bulan lalu. Sementara para pedagang juga menunggu data ekonomi pekan ini, terutama laporan gaji bulanan.

"Kami menguat sedikit terlalu cepat, sehingga masuk akal jika mengalami koreksi," kata Manajer Portofolio di Chase Investment Counsel Brian Lazorishak seperti dilansir dari Reuters, Rabu (4/3/2015).

Hal itu, dia menjelaskan, mengingat tingkat optimisme dan kondisi jenuh beli, sehingga tidak akan terkejut jika mengalami konsolidasi dalam beberapa hari.

Sentimen lain yang memberi imbas negatif datang dari jatuhnya saham teknologi karena investor mengambil keuntungan sehari setelah Nasdaq mencapai rekor di atas 5.000 untuk kali pertama sejak Maret 2000.

Adapun saham Microsoft Corp (MSFT.O) di Nasdaq dan S&P 500 mengalami penurunan 1,4% menjadi USD43,28, diikuti dengan penurunan 2,2% pada saham Cisco Systems (CSCO.O).

Sementara indeks Philadelphia Semiconductor SE (SOX ) terkoreksi 1,94% setelah membukukan keuntungan lebih dari 12% pada Februari. Sektor energi di indeks S&P 500 (SPLRCT) berakhir turun 0,8%.

Penurunan terbesar di indeks S&P 500 dialami saham Micron Technology (MU.O), yang turun 5% menjadi USD29,66 dan Applied Materials (AMAT.O), yang jatuh 4,5% menjadi USD24,48.

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average turun 85,26 poin atau 0,47% ke 18.203,37; indeks S&P 500 kehilangan 9,61 poin atau 0,45% ke 2.107,78; dan indeks Nasdaq Composite turun 28,20 poin atau 0,56% ke 4.979,90.

Sekitar 6,3 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, di bawah rata-rata 6,5 ​​miliar selama lima sesi terakhir perdagangan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Era Coretax Didorong...
Era Coretax Didorong Jadi Momentum Reformasi Pemotongan Pajak Penghasilan
11 menit yang lalu
IHSG Terus Berlari ke...
IHSG Terus Berlari ke Level 6.108 hingga Akhir Sesi, Transaksi Bursa Cetak Rp13,2 Triliun
41 menit yang lalu
Investasi Rp1.010 Triliun...
Investasi Rp1.010 Triliun Mengalir ke RI Sepanjang 6 Bulan Pertama 2026, Cek Peta Penyebarannya
58 menit yang lalu
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk,...
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan
59 menit yang lalu
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
1 jam yang lalu
Groundbreaking Blok...
Groundbreaking Blok Masela, Prabowo: Kita Menunggu 3 Dekade
1 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved