Harga Serba Naik, Masyarakat Pertanyakan Komitmen Jokowi

Sabtu, 07 Maret 2015 - 09:07 WIB
Harga Serba Naik, Masyarakat...
Harga Serba Naik, Masyarakat Pertanyakan Komitmen Jokowi
A A A
JAKARTA - Rangkaian kenaikan harga kebutuhan pokok, berbarengan dengan rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) golongan rumah tangga dan kereta api (KA) di waktu hampir bersamaan membuat masyarakat kecewa. Mereka pun mempertanyakan komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengklaim pro rakyat dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

Kepada Sindonews, Munawaroh (50), seorang ibu rumah tangga di bilangan Kuningan, Jakarta mengaku geram dengan sikap pemerintah yang asal menaikkan harga, tanpa memikirkan nasib masyarakat. Dia meminta mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut membuktikan janji menyejahterakan rakyat.

"Katanya Jokowi berpihak sama rakyat, tapi mana? Semua naik. Buktiin dong kalau emang pro rakyat, jangan asal ngomong doang," ucapnya, Sabtu (7/3/2015).

Dia menuturkan, kenaikan harga yang terjadi di waktu hampir bersamaan sangat membebani kehidupan keluarganya. Sebab, wanita yang hanya mengandalkan penghasilan dari suaminya ini harus memutar otak agar keuangan yang pas-pasan dapat mencukupi kebutuhan keluarga.

"Ya beratlah, sebagai ibu rumah tangga yang (penghasilan) suaminya pas-pasan. Bagaimana enggak kaget, beras naik, belanjaan mahal, ongkos anak sekolah enggak turun. Beban hidup jadi nambah, pengeluaran nambah," keluh Munawaroh.

Wanita paruh baya ini menuturkan, kenaikan harga tersebut berpotensi membuat tindakan kriminal meningkat. Alasan terhimpit ekonomi, mereka tak segan melakukan tindakan melawan hukum untuk mendapatkan uang.

"Kalau bisa jangan nambah beban masyarakat. Kan jadi banyak yang berbuat enggak bener, karena terhimpit ekonomi. Kasihan kita juga dong," tegasnya.

Sementara itu, Ruslani (47), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sebuah instansi pemerintahan mengaku tidak keberatan dengan kenaikan harga tersebut. Namun, dia tidak setuju jika kenaikan terjadi secara serempak.

"Kalau naik (harga) jangan barengan juga. Satu-satu dong. Kalau kayak gini kan tambah beban. Hidup tambah susah, pengeluaran tambah banyak, pendapatan enggak naik," ujarnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Respons Cepat Ganjar...
Respons Cepat Ganjar Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM
BBM Mahal, Pedagang...
BBM Mahal, Pedagang Pasar Pastikan Harga Sembako Ikut Naik
Ada Huru-hara OPEC+,...
Ada Huru-hara OPEC+, Harga Bensin dan Sembako Ikut Was-was
Kado Pahit Jelang Puasa:...
Kado Pahit Jelang Puasa: Sembako, Minyak Goreng, dan BBM Naik
Efek Harga BBM Mahal...
Efek Harga BBM Mahal Mulai Terlihat, Harga Daging Ayam dan Cabai Naik
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
6 jam yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
7 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
9 jam yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
9 jam yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
9 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved