Pengusaha Akan Ikut Naikan Harga
Sabtu, 07 Maret 2015 - 16:26 WIB
Pengusaha Akan Ikut Naikan Harga
A
A
A
JAKARTA - Pengusaha terpaksa akan ikut menaikkan harga jual maupun jasa seiring dengan naknya harga kebutuhan akibat terkereknya biaya produksi.
Seperti diketahui, tarif listrik maupun bahan bakar minyak (BBM) merupakan komponen dalam biaya produksi. Belum lagi, tol akan dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% mulai April mendatang.
"Mau tidak mau harus naik. Ketika listrik dan BBM naik, itu kan masuk ke dalam biaya produksi. Biaya produksi lebih mahal maka pasti biaya belinya ke masyarakat atau pihak berikutnya juga akan naik," kata Ketua Umum Himpunan Pengushaa Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia kepada Sindonews, Sabtu (7/3/2015).
Pada akhirnya, kenaikan harga tersebut akan menjadikan rakyat sebagai korban lantaran harga kebutuhan lain dan yang menyertainya akan menjadi lebih mahal.
Di tengah kenaikan sejumlah harga kebutuhan tersebut, dia berpendapat, seharusnya pemerintah memiliki strategi. Misalnya, menaikkan harga secara bertahap dan tidak dalam waktu berdekatan.
"Karena memang kondisi ekonomi kita yang sedang membaik menuju ke tidak baik. Kalau semuanya naik, nanti mau bagaimana?" ujarnya.
Selain itu, menurut dia, perlu ada intervensi konkret dan startegi jitu dari pemerintah menyikapi kondisi saat ini. Pasalnya, kata dia, pemerintah menjamin kebutuhan berbangsa dan bernegara dalam negeri.
"Jaminan ini termasuk kepada ekonomi rakyat dan pengusaha," pungkas dia.
Seperti diketahui, tarif listrik maupun bahan bakar minyak (BBM) merupakan komponen dalam biaya produksi. Belum lagi, tol akan dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% mulai April mendatang.
"Mau tidak mau harus naik. Ketika listrik dan BBM naik, itu kan masuk ke dalam biaya produksi. Biaya produksi lebih mahal maka pasti biaya belinya ke masyarakat atau pihak berikutnya juga akan naik," kata Ketua Umum Himpunan Pengushaa Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia kepada Sindonews, Sabtu (7/3/2015).
Pada akhirnya, kenaikan harga tersebut akan menjadikan rakyat sebagai korban lantaran harga kebutuhan lain dan yang menyertainya akan menjadi lebih mahal.
Di tengah kenaikan sejumlah harga kebutuhan tersebut, dia berpendapat, seharusnya pemerintah memiliki strategi. Misalnya, menaikkan harga secara bertahap dan tidak dalam waktu berdekatan.
"Karena memang kondisi ekonomi kita yang sedang membaik menuju ke tidak baik. Kalau semuanya naik, nanti mau bagaimana?" ujarnya.
Selain itu, menurut dia, perlu ada intervensi konkret dan startegi jitu dari pemerintah menyikapi kondisi saat ini. Pasalnya, kata dia, pemerintah menjamin kebutuhan berbangsa dan bernegara dalam negeri.
"Jaminan ini termasuk kepada ekonomi rakyat dan pengusaha," pungkas dia.
(rna)
Lihat Juga :