Indeks S&P Alami Koreksi Tertajam Sejak 5 Januari

Rabu, 11 Maret 2015 - 08:55 WIB
Indeks S&P Alami Koreksi...
Indeks S&P Alami Koreksi Tertajam Sejak 5 Januari
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat terkoreksi dan menyebabkan indeks S&P 500 mengalami koreksi tertajam dalam dua bulan terakhir di tengah meningkatnya pandangan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunganya pada Juni 2015.

Indeks Dow Jones dan S&P 500 berakhir di wilayah negatif untuk tahun ini, dengan indeks S&P 500 turun 3,5% dari rekor penutupan tertinggi pada 2 Maret 2015.

Koreksi tersebut terjadi karena adanya kekkhawatiran bahwa menguatnya dolar Amerika Serikat (USD) ke level tertinggi dalam hampir 12 tahun terhadap euro akan terus membebani laba perusahaan multinasional AS.

Selain itu, laporan kuatnya tenaga kerja di atas proyeksi yang telah dirilis pada Jumat pekan lalu semakin menambah kekhawatiran.

"Laporan tenaga kerja yang kuat telah memicu kekhawatiran naiknya suku bunga oleh The Fed akan lebih agresif dari pada yang telah diantisipasi," kata Kepala Investasi Solaris Group Tim Ghriskey seperti dilansir dari Reuters, Rabu (11/3/2015).

Semua sektor di indeks S&P 500 berakhir lebih rendah. Sektor keuangan dan teknologi, masing-masing turun lebih dari 2% dan menjadi koreksi terbesar. Adapun saham Wells Fargo (WFC.N) turun 2,5% menjadi USD53,29.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 332,78 poin atau 1,85%ke 17.662,94; indeks S&P 500 kehilangan 35,27 poin atau 1,7% ke 2.044,16, merupakan penurunan harian terbesar sejak 5 Januari 2015. Sementara indeks Nasdaq Composite turun 82,64 poin atau 1,67% ke 4.859,80.

Sekitar 7 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, di atas rata-rata sepanjang bulan ini sebanyak 6,5 ​​miliar lembar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini, Segram Jadi Rp2,63 Juta
1 jam yang lalu
Cyber Breaker Season...
Cyber Breaker Season 3 Jembatani Kebutuhan SDM Digital Pemerintah dan Sektor Bisnis
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,24% ke Level 6.056
2 jam yang lalu
Soal Hapus Pajak JHT,...
Soal Hapus Pajak JHT, Purbaya Masih Tunggu Data BPJS Ketenagakerjaan
2 jam yang lalu
Heboh Pengadaan Kipas...
Heboh Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop Ferry: Saya Tidak Tahu
2 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved