Pelemahan Rupiah Bebani Industri Baja Nasional

Kamis, 12 Maret 2015 - 18:24 WIB
Pelemahan Rupiah Bebani...
Pelemahan Rupiah Bebani Industri Baja Nasional
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) Irvan K Hakim mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) membebankan industri baja nasional.

Menurutnya, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD akan menekan pendapatan perusahaan baja. Hal ini disebabkan biaya operasional yang melonjak seiring peningkatan mata uang dolar AS. Sehingga margin perusahaan akan terus tergerus.

"Rupiah terus melemah dan fluktuatif, sementara bahan baku dan energi dalam dolar AS, padahal komponen energi dan bahan baku sebesar 80% dari total biaya produksi," kata dia saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (12/3/3015).

Direktur Utama Krakatau Steel itu juga menjelaskan, dalam membayar penggunaan gas sebagai energi listrik, perseroan juga harus menggunakan USD. Beban perseroan juga ikut bertambah, seiring kenaikan harga tarif dasar listrik (TDL) industri dan meningkatnya upah minimum regional.

"Idealnya kenaikan harga produksi dibebankan ke konsumen, namun kenyataannya tidak demikian karena konsumen mempunyai daya beli terbatas," ungkapnya.

Perusahaan baja nasional juga mengalami persaingan dari baja impor yang diproduksi dari China. Belum lagi, penurunan harga baja dunia yang disebabkan kelebihan pasokan atau meningkat 1,1% menjadi 1,637 miliar metrik ton.

"Dari asosias kami sudah mengusulkan meminta dukungan dari pemerintah seperti kenaikan tarif bea masuk, penerapan bea masuk anti dumping dan penurunan harga gas alam maupun TDL," papar dia.

Upaya perusahaan baja untuk melakukan lindung nilai (hedging), kata dia, tidak cukup menolong menyelamatkan arus keuangan. Pasalnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah meningkat cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.

"Kita sudah lama hedging untuk transaksi penjualan sebesar 50%, tapi hedging ini kan ada biayanya dan tidak menutup risiko dari kenaikan dolar AS," pungkas Irvan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Baja Nasional, Mutu...
Baja Nasional, Mutu Global: Krakatau Steel Bidik Kepercayaan Pasar
Raker Penyelamatan Industri...
Raker Penyelamatan Industri Baja Nasional Ditunda
Perlu Strategi Perkuat...
Perlu Strategi Perkuat Industri Baja Nasional Disaat Pandemi COVID-19
Sikap Tegas Pemerintah...
Sikap Tegas Pemerintah Ditunggu Soal Banjir Baja Impor
Tanpa Perlindungan Pemerintah,...
Tanpa Perlindungan Pemerintah, 100 Ribu Tenaga Kerja Industri Baja Terancam PHK
Kondisi Industri Baja...
Kondisi Industri Baja Nasional: Banjir Produk Luar atau Ketergantungan Impor?
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
23 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
47 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved