Wall Street Rebound Didukung Sektor Perbankan
Jum'at, 13 Maret 2015 - 08:54 WIB
Wall Street Rebound Didukung Sektor Perbankan
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat berhasil balik arah menguat (rebound) setelah mengalami koreksi selama dua hari beruntun didukung sektor perbankan.
Keuntungan hari itu mengangkat Dow dan S & P 500 kembali ke wilayah positif sepanjang tahun ini.
Sektor perbankan menguat setelah Federal Reserve pemeriksaan tahunan mengenai kesehatan industri perbankan. Sektor keuangan di indeks S&P (SPSY) naik 2,2% dan merupakan kenaikan tertinggi hari ini. Adapun saham Citigroup (CN) ditutup naik 3,3% menjadi USD54,08.
Sementara penjualan ritel secara tak terduga turun untuk bulan ketiga pada Februari, Sehingga membantu euro rebound dari level terendah hampir 12 tahun terhadap USD.
Koreksi saham baru-baru ini sebagian besar didorong data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan, yang memberikan pandangan bahwa Federal Reserve bisa menaikkan suku pada awal Juni 2015.
"Bagi saya, hal itu menunjukkan kenaikan suku bunga kemungkinan akan lebih dekat seiring terus menguatnya USD, dan itu penghambat pertumbuhan dan laba perusahaan yang melakukan bisnis di luar AS," kata Wakil Presiden BB & T Wealth Management Bucky Hellwig seperti dilansir dari Reuters, Jumat (13/3/2015).
Dow Jones Industrial Average ditutup naik 259,83 poin atau 1,47% ke 17.895,22; indeks S&P 500 naik 25,71 poin atau 1,26% ke 2.065,95; dan Nasdaq Composite bertambah 43,35 poin atau 0,89% ke 4.893,29.
Sekitar 6,5 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, di bawah rata-rata sepanjang bulan ini sebanyak 6,6 miliar lembar.
Keuntungan hari itu mengangkat Dow dan S & P 500 kembali ke wilayah positif sepanjang tahun ini.
Sektor perbankan menguat setelah Federal Reserve pemeriksaan tahunan mengenai kesehatan industri perbankan. Sektor keuangan di indeks S&P (SPSY) naik 2,2% dan merupakan kenaikan tertinggi hari ini. Adapun saham Citigroup (CN) ditutup naik 3,3% menjadi USD54,08.
Sementara penjualan ritel secara tak terduga turun untuk bulan ketiga pada Februari, Sehingga membantu euro rebound dari level terendah hampir 12 tahun terhadap USD.
Koreksi saham baru-baru ini sebagian besar didorong data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan, yang memberikan pandangan bahwa Federal Reserve bisa menaikkan suku pada awal Juni 2015.
"Bagi saya, hal itu menunjukkan kenaikan suku bunga kemungkinan akan lebih dekat seiring terus menguatnya USD, dan itu penghambat pertumbuhan dan laba perusahaan yang melakukan bisnis di luar AS," kata Wakil Presiden BB & T Wealth Management Bucky Hellwig seperti dilansir dari Reuters, Jumat (13/3/2015).
Dow Jones Industrial Average ditutup naik 259,83 poin atau 1,47% ke 17.895,22; indeks S&P 500 naik 25,71 poin atau 1,26% ke 2.065,95; dan Nasdaq Composite bertambah 43,35 poin atau 0,89% ke 4.893,29.
Sekitar 6,5 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, di bawah rata-rata sepanjang bulan ini sebanyak 6,6 miliar lembar.
(rna)
Lihat Juga :