Indonesia Bakal Dipenuhi Penambangan Bawah Tanah

Jum'at, 13 Maret 2015 - 18:21 WIB
Indonesia Bakal Dipenuhi...
Indonesia Bakal Dipenuhi Penambangan Bawah Tanah
A A A
JAKARTA - Pemerintah menegaskan Indonesia ke depan akan dipenuhi kegiatan penambangan bawah tanah (underground). Hal itu guna menghindari rusaknya lingkungan akibat kegiatan penambangan.

"Ke depan Indonesia akan banyak underground mining batu bara. Saya akan lihat peralatannya di Tiongkok seperti apa, karena sekarang mereka kan jawaranya," kata Direktur Jenderal Mineral dan batu Bara Kementerian ESDM Sukhyar di Jakarta, Jumat (13/3/2015).

Dia mengatakan, saat ini sudah dua perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), di antaranya PT Merge Mining Industry di Banjar, Kalimantan Selatan dan PT Gerbang Daya Mandiri di Tenggarong Seberang, Samarinda.

Terkait itu, pemerintah akan memberikan insentif bagi kegiatan tambang bawah tanah berupa pengurangan royalti hingga 2% yang rencananya akan tercantum dalam revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 9 Tahun 2012 tentang Jenis dan Tarif Atas Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Sementara, insentif tersebut diberikan lantaran kegiatan tambang bawah tanah merupakan hal baru di Indonesia. "Sebagai kegiatan pioner tentunya pemerintah memberi perhatian penuh. Kami memberikan insentif pengurangan royalti 2%," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bisnis Jasa Pertambangan...
Bisnis Jasa Pertambangan Butuh Penguatan Jaminan Berusaha
2.000 Lebih Delegasi...
2.000 Lebih Delegasi Sambut Industri Pertambangan yang Tangguh dan Berkelanjutan
Liebherr Indonesia Dukung...
Liebherr Indonesia Dukung Operasional Tambang Lebih Efisien dan Berkelanjutan
Faisal Basri Ungkap...
Faisal Basri Ungkap Bisnis Tambang Rugikan Negara hingga Rp200 Triliun
IATA Makin Cemerlang,...
IATA Makin Cemerlang, Pertambangan Salah Satu Bisnis Inti MNC Group
Petrosea Raih Kontrak...
Petrosea Raih Kontrak Mining Services Agreement Senilai Rp2,7 Triliun
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved