Genjot Devisa, Pemerintah Akan Bebaskan Visa 25 Negara

Senin, 16 Maret 2015 - 14:31 WIB
Genjot Devisa, Pemerintah...
Genjot Devisa, Pemerintah Akan Bebaskan Visa 25 Negara
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata memutuskan untuk membebaskan visa kepada 25 negara di dunia. Hal ini dilakukan dalam rangka menggenjot devisa untuk penerimaan negara, melalui peningkatan kunjungan wisatawan.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjelaskan, sebelumnya pemerintah berencana membebaskan visa kepada empat negara, yaitu China, Korea, Jepang, dan Rusia. Namun, akhirnya pemerintah kembali menambah 21 negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara di Eropa.

"Dari empat jadi 25 ditambah kan lebih bagus. Hampir semua negara Eropa masuk, Amerika masuk. Eropa, Perancis, Inggris, Jerman, Norwegia masuk. Nambahnya 21 negara," ucapnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (16/3/2015).

Dia mengatakan, sebelumnya pemerintah juga akan membebaskan visa kepada turis dari Australia. Namun hal tersebut dibatalkan, lantaran Negeri Kanguru tersebut tidak memberlakukan asas resiprokal seperti di Indonesia.

"Tadinya kan lima jadi empat karena Aussie enggak mungkin. Kita berlaku resiprokal, Aussie enggak. akhirnya tinggal empat dan ditambah 21," jelas dia.

Menurutnya, pembebasan visa kepada 25 negara baru tersebut diyakini akan meningkatkan kunjungan wisatawan rata-rata 15% per negara. (Baca: Pemerintah Bebaskan Visa Empat Negara).

"Dari satu negara biasanya satu juta, akan ada tambahan 150 ribu wisman. Itu yang dilakukan Malaysia dan Thailand, kita visa free 15 tahun ini," ucapnya.

Dengan demikian, sambung Arief, wisatawan yang bebas masuk ke Indonesia tanpa visa terdapat 40 negara. Sebab, sebelumnya Indonesia telah membebaskan visa kepada 15 negara.

Mantan Bos Telkom ini menambahkan, pembebasan visa terhadap 25 negara tersebut akan berpotensi menambah penerimaan negara hingga sebesar USD1 miliar. "Akan tambah 15% terhadap yang semula. Total negara katakan lima juta, tambah 15% tambah 750 ribu wisman. Hampir USD1 miliar penambahannya dari bebas visa," pungkasnya.

Sekadar informasi, kebijakan pembebasan visa terhadap 25 negara ini masuk dalam salah satu poin dalam paket kebijakan ekonomi yang akan dikeluarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini. Dari delapan poin kebijakan, sebanyak empat kebijakan akan dikeluarkan hari ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Tetap Genjot...
Pemerintah Tetap Genjot Pariwisata di New Normal, Ini Sebabnya
Cadev Naik Saat Ekspor...
Cadev Naik Saat Ekspor dan Devisa Pariwisata Anjlok Sinyal Abnormal, Apa Jawabannya
Devisa Pariwisata Ditargetkan...
Devisa Pariwisata Ditargetkan Capai Rp24,31 Triliun
Pariwisata Penghasil...
Pariwisata Penghasil Devisa, Prabowo Soroti Kota Kumuh
Wamenparekraf Angela:...
Wamenparekraf Angela: Target Devisa Pariwisata Capai USD5,95 Miliar dan Nilai Tambah Ekraf Rp1.297 Triliun di 2023
7 Negara dengan Jumlah...
7 Negara dengan Jumlah Hotel Terbanyak, Indonesia Punya 27.607 Unit
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
4 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
4 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
5 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
5 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
5 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
6 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved