Rencana Merger Holcim dan Lafarge Terganjal

Selasa, 17 Maret 2015 - 12:18 WIB
Rencana Merger Holcim...
Rencana Merger Holcim dan Lafarge Terganjal
A A A
PARIS - Upaya merger antara grup Swiss, Holcim, dan raksasa Prancis, Lafarge, terganjal karena Holcim meminta perubahan isi kesepakatan.

Merger ini awalnya digagas untuk menciptakan perusahaan semen terbesar di dunia. “Kesepakatan tidak dapat lagi diteruskan dalam bentuk sekarang dan mengusulkan negosiasi tentang rasio nilai tukar dan isu pengelolaan,” papar pernyataan Holcim terkait tawaran satu saham Holcim untuk satu saham Lafarge, dikutip kantor berita AFP .

GrupSwissitumenginginkan renegosiasi untuk sejumlah isu termasuk dalam pengelolaan. Adapun Lafarge dalam pernyataan terpisah menyatakan, “Kami hanya ingin mengeksplorasi kemungkinan revisi persamaan, tapi tidak akan menerima perubahan apa pun dalam kesepakatan yang telah ada. Dewan Direktur Lafarge tetap komitmen pada proyek itu untuk dilaksanakan.” Chief Executive Officer (CEO) Bruno Lafont dipilih untuk memimpin grup hasil merger nanti.

Meski demikian, Holcim juga menyatakan hendak mengajukan revisi pada sisi manajemen pada perusahaan hasil merger mendatang. Holcim dan Lafarge tahun lalu mengumumkan rencana merger untuk menciptakan raksasa industri semen dengan menargetkan pertumbuhan pesat sektor konstruksi di negara-negara berkembang. Kesepakatan ini jika terwujud akan menciptakan satu perusahaan besar yang mempekerjakan lebih dari 130.000 orang dan membukukan penjualan tahunan 32 miliar euro dan laba 6,5 miliar euro.

“Dua grup itu memiliki total nilai saham USD55 miliar,” sebut Chairman Holcim Rolf Soiron. Meski demikian, muncul sejumlah isu persamaan setelah dua grup membukukan laba kuartal IV/2014 yang berbeda. Holcim mencatat laba bersih tumbuh 43,5% menjadi 458 juta franc, dan Lafarge membukukan kerugian 145 juta euro pada kuartal IV/2014. Kenaikan nilai mata uang franc Swiss juga turut memperkuat nilai Holcim.

Menurut laporan media Swiss, Holcim menginginkan saham lebih besar dalam perusahaan baru hasil merger nanti. Holcim merupakan perusahaan Swiss yang didirikan pada 1912. Perusahaan itu kemudian melakukan ekspansi ke Prancis, Eropa, dan Timur Tengah pada 1920-an. Holcim berekspansi ke Amerika Serikat (AS) pada 1950-an dan menjadi perusahaan publik pada 1958.

Perusahaan ini terus berekspansi ke Amerika Latin dan menambah divisi Asia pada era 1970-an dan 1980-an. Sejumlah merger dan akuisisi yang dilakukan perusahaan itu membuat Holcim menjadi perusahaan semen terbesar kedua di dunia pada 2014.

Syarifudin
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
5 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
38 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved