Bosowa Energi Jual Listrik ke PLN 4,6 Sen/Kwh

Kamis, 19 Maret 2015 - 23:20 WIB
Bosowa Energi Jual Listrik ke PLN 4,6 Sen/Kwh
Bosowa Energi Jual Listrik ke PLN 4,6 Sen/Kwh
A A A
JENEPONTO - PT Bosowa Energi akan menjual listriknya ke PT PLN (persero) maupun pihak lainnya dengan harga 4,6 sen atau di atas Rp500 per Kwh untuk 10 tahun pertama. Harga itu untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2x125 MW di Jeneponto.

CEO Bosowa Erwin Aksa mengatakan, tarif per Kwh listrik tersebut akan berlaku 23 bulan ke depan atau pada 2017 sesuai target perusahaan, yang nantinya berlaku selama 10 tahun pertama dan setelah itu turun menjadi 3,9 sen atau mengikuti kurs dolar.

Dia menjelaskan, harga jual per Kwh mengalami peningkatan bila dibanding harga jual listrik pada pembangkit tahap I sebesar 3,5 sen atau di bawah Rp500 dengan kapasitas daya listrik 2x125 MW.

"Pendapatan perseroan dari penjualan daya listrik tersebut mencapai Rp700 miliar per tahun untuk tahap I di luar dari batu bara. Untuk tahap II diharapkan pendapatannya bisa mencapai Rp800 miliar di luar batu bara atau Rp1,2 triliun untuk keseluruhan ketika nantinya beroperasi," ujarnya, Kamis (19/3/2015).

Erwin menjelaskan, untuk pembangkit tahap II total investasi yang dihabiskan USD300 juta atau sekitar Rp3 triliun, setelah 10 tahun turun menjadi 3,9 sen tergatung kurs.

"Groundbreaking tahun ini menjadi komitmen perseroan untuk menyediakan listrik bagi kepentingan masyarakat, jika tidak dilakukan maka dipastikan target surplus listrik di 2017 tidak tercapai atau terjadi defisit listrik," kata dia.

Pembangunan tahap II ini bisa dilakukan juga tidak terlepas dukungan dari Kepmen No 3/2013 tentang percepatan tarif listrik, dan aturan itu sangat membantu percepatan investasi listrik makanya ditargetkan 23 bulan bisa rampung.

"Kami berharap rampungnya PLTU tahap II dapat memberikan suplai listrik ke PLN, sehingga dapat menstabilkan kelistrikan di Sulsel," pungkasnya.
(izz)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1039 seconds (10.101#12.26)