Wall Street Melemah Tertekan Menguatnya USD

Jum'at, 20 Maret 2015 - 08:57 WIB
Wall Street Melemah...
Wall Street Melemah Tertekan Menguatnya USD
A A A
NEW YORK - Dua indeks utama di Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat berakhir melemah karena menguatnya dolar Amerika Serikat (USD) menekan harga minyak dan komoditas lainnya, sehingga mengirim sektor energi dan komoditas ke zona merah.

USD menguat setelah mengalami koreksi tajam pada hari sebelumnya. Saham AS naik di atas 1% pada Rabu setelah pernyataan Federal Reserve (The Fed) lebih dovish dari yang diharapkan.

Sementara minyak WTI turun 1,9% dan Brent susut 2,6% karena menguatnya USD dan di tengah kekhawatiran meningkatnya pasokan. Sektor energi di indeks S&P 500 (SPNY) turun 1,7%.

"Kenaikan suku bunga akan menjadi lebih lambat dari yang diharapkan sebelumnya. Pasar merayakannya kemarin, dan sekarang menjadi tanda tanya apa yang akan terjadi berikutnya," kata ahli strategi pasar di Stifel, Nicolaus & Co Kevin Caron seperti dilansir dari Reuters, Jumat (20/3/2015).

Adapun klaim pengangguran naik sedikit pekan lalu, menunjukkan pasar tenaga kerja tetap stabil. Pertumbuhan melambat pada kuartal I terimbas musim dingin yang ekstrim dan menguatnya USD, tetapi banyak analis melihat prospek positif pada kuartal II tahun ini.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 117,16 poin atau 0,65% ke 17.959,03; indeks S&P 500 kehilangan 10,23 poin atau 0,49% ke 2.089,27; sedangkan Nasdaq Composite bertambah 9,55 poin atau 0,19% ke 4.992,38.

Saham Biotech membantu mengangkat indeks Nasdaq dan sektor kesehatan di indeks S&P 500 (SPXHC). Saham Regeneron (REGN.O) bertambah 2,9% menjadi USD486,02 dan Biogen (BIIB.O) naik 1,3% menjadi USD433,65 setelah Credit Suisse menaikkan target harga pada saham sampai USD500 dari USD400. Sektor biotek di indeks Nasdaq (NBI) naik 1,9%.

Sebanyak 6,2 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, di bawah rata-rata harian sepanjang bulan ini sebanyak 6,67 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
9 jam yang lalu
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
10 jam yang lalu
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
10 jam yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
11 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
12 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
13 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved