Wall Street Ditutup Melanjutkan Koreksi

Rabu, 25 Maret 2015 - 09:00 WIB
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Melanjutkan Koreksi
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street melanjutkan koreksi pada perdagangan Selasa waktu setempat karena berfluktuasinya mata uang dolar Amerika Serikat (USD) dan kekhawatiran dampaknya pada kinerja keuangan perusahaan.

Sementara data penjualan rumah ke inflasi dan manufaktur menunjukkan bahwa ekonomi AS tetap kuat, tetapi hal itu gagal mengubah harapan program pengetatan moneter lebih cepat oleh Federal Reserve (the Fed).

Pedagang telah teruji terhadap reaksi the Fed dalam menghadapi data ekonomi, seperti kemungkinan untuk menaikkan suku bunga acuan pada Juni tahun ini.

Saham telah berkorelasi dengan USD dan beberapa perusahaan multinasional memperkirakan akan berdampak negatif pada laba jika USD menguat.

"Saya tidak berpikir akan ada banyak kekhawatiran terhadap laporan keuangan. Kami akan makin jelas melihat dampak dari harga energi yang lebih rendah serta USD yang lebih kuat," kata Senior Strategist Ekuitas di UBS David Lefkowitz seperti dilansir dari Reuters, Rabu (25/3/2015).

Menurut dia, kedua faktor tersebut tidak akan terlalu mengejutkan bagi banyak perusahaan ketika mereka memaparkan hasil kinerjanya. Kendati demikian, dia menambahkan bahwa faktor yang bersifat temporer memang cenderung membebani pertumbuhan kinerja di kuartal I tahun ini.

Sektor energi di indeks S&P (SPNY) turun 0,8% karena minyak Brent melemah 1,5% menjadi USD55,11/barel setelah USD menguat terhadap euro.

Sementara Dow Jones Industrial Average ditutup turun 104,9 poin atau 0,58% ke 18.011,14; indeks S&P 500 kehilangan 12,92 poin atau 0,61% ke 2.091,5; dan Nasdaq Composite turun 16,25 poin atau 0,32% ke 4.994,73.

Volume perdagangan ringan, dengan sekitar 5,29 miliar saham yang diperdagangkan di bursa AS, di bawah rata-rata sepanjang tahun ini sebanyak 6,8 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
16 menit yang lalu
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
33 menit yang lalu
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
1 jam yang lalu
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
10 jam yang lalu
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
10 jam yang lalu
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Infografis
Operasi Pembongkaran...
Operasi Pembongkaran 30,16 Km Pagar Laut Tangerang Resmi Ditutup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved