Hipmi Dorong Pemerintah Revisi PP 46 Pajak UMKM

Minggu, 29 Maret 2015 - 00:52 WIB
Hipmi Dorong Pemerintah...
Hipmi Dorong Pemerintah Revisi PP 46 Pajak UMKM
A A A
JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendesak pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah No 46 tahun 2013 tentang Pajak, guna meningkatkan daya saing UMKM di Indonesia.

Ketua Umum Hipmi Bahlil menyatakan pengusaha UMKM di Indonesia memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Akan tetapi ketentuan pajak UMKM yang sudah berjalan sejak tahun 2013 tersebut menjadi beban berat bagi pengusaha UMKM.

Senada dengan Ketua Hipmi, Pengamat pajak, Ajib Hamdani menyatakan Peraturan Pemerintah No 46 Tahun 2013 tentang pengenaan pajak penghasilan sebesar satu persen bagi wajib pajak orang pribadi dan badan yang mempunyai peredaran omset tidak melebihi Rp4,8 miliar.

"Pemerintah kurang mengedepankan prinsip keadilan, karena kalau kita mengacu pada prinsip penghasilan sesuai dengan definisi dalam UU PPH adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh oleh wajib pajak," ujar Bahlil di Jakarta Sabtu (28/3/2015).

Untuk sebuah UMKM yang baru memulai bisnisnya, dan belum mendapatkan keuntungan, bagaimana mungkin dikenakan kewajiban atas PPH. "Tambahan kemampuan ekonomis mana yang diperoleh oleh pengusaha ketika usahanya bahkan masih rugi?" katanya.

Seharusnya pemerintah harus memperhatikan bahwa UMKM baru saja memulai bisnis, karena umumnya tidak langsung untung, sedangkan dengan peraturan pajak bagi UMKM ini tidak ada pengecualian bagi UMKM yang baru berdiri atau yang masih merugi.

Hipmi juga mengingatkan bahwa DPR pada tahun 2014 telah membuat kajian terkait penerapan pajak untuk UMKM dan meminta pemerintah untuk mengkaji ulang penerapan pelaksanaan PP tersebut.

Hipmi mendorong penerapan pajak UMKM dikembalikan kepada kebijakan sebelumnya yang pengenaan atas pajak UMKM berdasarkan tarif progressif yang dihitung dari besaran penghasilan neto dan Pemerintah juga menyediakan kebijakan terkait pembiayaan yang mendorong agar UKM bisa berkembang serta memiliki daya saing, terutama untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean.

Pemerintah ada baiknya melakukan benchmarking dengan yang dilakukan Thailand, dimana pemerintah nya memberikan kebebasan pajak kepada UMKM nya sampai 10 tahun serta memberlakukan bunga pembiayaan satu digit. Setelah UMKM tersebut berhasil kemudian diajari cara membayar pajak.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Akbar Buchari Resmi...
Akbar Buchari Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum HIPMI Periode 2022-2025
Refleksi Peran Wirausaha...
Refleksi Peran Wirausaha Bangun Bangsa, HIPMI Dorong 10 Juni Jadi Hari Kewirausahaan Nasional
Bursa Calon Ketum HIPMI,...
Bursa Calon Ketum HIPMI, Akbar Buchori Dapat Dukungan dari Bobby Nasution
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
HIPMI Punya Pemimpin...
HIPMI Punya Pemimpin Baru, Begini Pesan Bahlil Lahadalia
Jelang Musdalub Hipmi...
Jelang Musdalub Hipmi DIY, Pendaftaran Calon Ketua Umum Dibuka
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved