Industri Baja Nasional Minta Bea Masuk Impor Dinaikkan

Jum'at, 03 April 2015 - 06:11 WIB
Industri Baja Nasional...
Industri Baja Nasional Minta Bea Masuk Impor Dinaikkan
A A A
JAKARTA - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) meminta pemerintah berpartisipasi dalam menjaga industri baja nasional dengan menaikkan bea masuk. Akibat gempuran baja impor, dalam tiga tahun terakhir perseroan mengalami kerugian.

Direktur Utama KRAS Sukandar mengungkapkan, murahnya bea masuk produk baja ke Tanah Air menjadi salah satu penyebab dari memburuknya kinerja perseroan.

"Karena, dengan rendahnya bea masuk membuat impor produk baja semakin meningkat, dengan besarnya kebutuhan pasar terhadap produk baja di Tanah Air. Sehingga memengaruhi harga baja, yang pada akhirnya mengganggu kinerja persereoan," ujarnya di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Dia menegaskan, pemerintah diharapkan dapat lebih memperhatikan industri baja dalam negeri dengan menaikkan bea masuk. Menurutnya seluruh negara di Asia atau Eropa melakukan proteksi terhadap pasar dalam negeri. "Biaya masuk di Indonesia paling rendah dibandingkan dengan negara lain," jelas Sukandar.

Pihaknya juga berharap pemerintah dapat menyamakan bea masuk dengan negara lain yang berada di kawasan Asia. "Kita minta kepada pemerintah paling tidak menyamakan bea masuk dengan negara lain di Asia. Bea masuk kita kan paling rendah," tandasnya.

Sekadar informasi, saat ini bea masuk baja hanya sebesar 5%. Lebih rendah dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Malaysia yang membebankan bea masuk sebesar 20% ditambah 24,8% tarif anti dumping.

Bea masuk ke India juga akan dinaikkan dari 7,5% menjadi 15%. Thailand mengenakan bea masuk 5% ditambah kebijakan anti dumping untuk 24 negara hingga 33%.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Digempur Produk Impor,...
Digempur Produk Impor, Baja Nasional Harus Kuasai Pasar Domestik
Akhirnya, Setelah 8...
Akhirnya, Setelah 8 Tahun Krakatau Steel Berhasil Cetak Laba
KRAS Siap Penuhi Permintaan...
KRAS Siap Penuhi Permintaan Baja Nasional
Krakatau Steel Selundupkan...
Krakatau Steel Selundupkan Baja China Disebut Cuma Rumor, Anggota Dewan Bebas Bersuara
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
Krakatau Steel Catatkan...
Krakatau Steel Catatkan Rekor Penjualan Pipa Baja Tertinggi Sepanjang Sejarah
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
1 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
1 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
2 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
3 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
3 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved