Kebutuhan Gula Nasional Capai 5,7 Juta Ton

Senin, 06 April 2015 - 15:52 WIB
Kebutuhan Gula Nasional Capai 5,7 Juta Ton
Kebutuhan Gula Nasional Capai 5,7 Juta Ton
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkirakan, kebutuhan gula secara nasional saat ini mencapai 5,7 juta ton.

Kebutuhan gula itu, terdiri atas 2,8 juta ton gula kristal putih (GKP) untuk konsumsi langsung masyarakat dan 2,9 juta ton gula kristal rafinsi (GKR) untuk memenuhi kebutuhan industri.

"Kebutuhan gula tersebut akan terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk, perkembangan industri makanan dan minuman, hotel, restoran dan lain-lainnya," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin di Jakarta, Senin (6/4/2015).

Menurutnya, produksi GKP saat ini dihasilkan oleh 62 pabrik gula, dengan menggunakan bahan baku tebu. Dari 50 pabrik gula BUMN, GPK yang dihasilkan kurang dari 400 ton tebu/hari, dengan peralatan yang sudah sangat tua.

"Efisiensi dan mutu gulanya relatif lebih rendah, sehingga perlu ditingkatkan kapasitasnya menjadi di atas skala keekonomian, yaitu lebih dari 6.000 ton tebu/hari," kata dia.

Karena itu, menurut dia, perlu dikembangkan perkebunan tebu dan pabrik baru di luar Pulau Jawa, dengan kapasitas minimal 10.000 ton tebu/hari.

Namun demikian, Saleh mengungkapkan, masih ada permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan pabrik baru dan ekstensifikasi lahan‎.

"Salah satunya, sulitnya mendapatkan lahan yang cocok dengan agroklimat tebu, seperti topografinya datar, iklimnya enam bulan basar dan enam bulan kering, irigasi bagus dan lainnya," ujarnya.

Selain itu, juga dibutuhkan investasi sekitar Rp1,5 triliun sampai Rp2 triliun untuk membangun pabrik, dengan kapasitas giling sebesar 10.000 TCD (ton tebu/hari).

"Untuk waktu pengembalian investasi, cukup lama, sekitar delapan sampai 10 tahun," ungkap Saleh.‎
(rna)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.0751 seconds (10.177#12.26)