Kekhawatiran Fed Rate Berkurang, Wall Street Menguat

Selasa, 07 April 2015 - 08:54 WIB
Kekhawatiran Fed Rate...
Kekhawatiran Fed Rate Berkurang, Wall Street Menguat
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan awal pekan pascalibur Paskah berakhir menguat didukung ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menunda kembali waktu menaikkan suku bunga acuan (Fed rate) untuk mengimbangi lemahnya data tenaga kerja.

Data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) pada Maret di bawah ekspektasi, dan menjadi yang terendah dalam lebih dari satu tahun terakhir. Sementara pasar saham AS ditutup sejak Jumat karena Paskah.

Sementara data ISM pada Senin menunjukkan bahwa laju pertumbuhan di sektor jasa AS turun pada Maret ke level terendah dalam tiga bulan.

"Sisi positif dari lemahnya data tenaga kerja yang dirilis pada Jumat lalu adalah suku bunga kemungkinan tidak akan naik dalam waktu dekat," kata Presiden LibertyView Capital Management Rick Meckler seperti dilansir dari Reuters, Selasa (7/4/2015).

The Fed diperkirakan baru akan menaikkan suku bunga acuannya pada akhir tahun ini untuk kali pertama dalam hampir satu dekade jika ekonomi, khususnya pasar tenaga kerja terus membaik.

Sektor utilitas di indeks S&P, yang positif ketika suku bunga rendah, naik 1,3% dan menjadi salah satu sektor dengan kinerja terbaik pada awal pekan.

Sementara sektor energi di indeks S&P naik 1,8%, memimpin kenaikan karena melonjaknya harga minyak mentah AS sebesar 6,1% setelah Arab Saudi menaikkan harga untuk penjualan ke Asia.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 117,61 poin atau 0,66% ke 17.880,85; indeks S&P 500 naik 13,66 poin atau 0,66% ke 2.080,62; dan Indeks Komposit Nasdaq bertambah 30,38 poin atau 0,62% ke 4.917,32.

Sekitar 6,2 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, sama dengan rata-rata harian selama lima sesi perdagangan terakhir.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
3 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved