Wall Street Terkoreksi Akibat Menguatnya USD

Rabu, 08 April 2015 - 08:51 WIB
Wall Street Terkoreksi...
Wall Street Terkoreksi Akibat Menguatnya USD
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat berakhir terkoreksi di akhir sesi karena menguatnya dolar Amerika Serikat (USD), yang mengimbangi berita FedEx yang akan membeli TNT Express.

USD pulih dari koreksi baru-baru ini dan mencapai level tertinggi pada perdagangan sore dan kembali membuat khawatir investor terkait dampaknya terhadap laba perusahaan AS.

"Jika (USD) bergerak bertahap seharusnya tidak mempengaruhi saham terlalu banyak karena perusahaan akan memiliki kesempatan untuk lindung nilai, namun jika USD naik tajam akan berdampak," kata Kepala Investasi Wilmington Trust Tony Roth seperti dilansir dari Reuters, Rabu (8/4/2015).

Sektor utilitas di indeks S&P 500, yang memimpin kenaikan pada Senin menjadi hambatan terbesar di indeks S&P 500, dengan ditutup turun 1,1%.

Saham berada di wilayah positif untuk sebagian besar sesi, terangkat berita kesepakatan antara FedEx dan TNT Express. Saham FedEx naik 2,7% menjadi USD171,16 setelah berusaha membeli perusahaan pengiriman paket asal Belanda, TNT Express sebesar USD4,8 miliar.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 5,43 poin atau 0,03% ke 17.875,42; indeks S&P 500 kehilangan 4,29 poin atau 0,21% ke 2.076,33; dan Nasdaq Composite turun 7,08 poin atau 0,14% ke 4.910,23.

Sekitar 5,7 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, turun dibandingkan rata-rata harian sepanjang bulan ini seb
Wall Street Terkoreksi Akibat Menguatnya USD
anyak dengan 6,3 miliar lembar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
24 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
42 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved