ULN Tinggi, Pemerintah Ajak Korporasi Lakukan Hedging

Jum'at, 10 April 2015 - 16:39 WIB
ULN Tinggi, Pemerintah...
ULN Tinggi, Pemerintah Ajak Korporasi Lakukan Hedging
A A A
JAKARTA - Semakin meningkatnya Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia menjadi perhatian pemerintah agar perusahaan BUMN dan swasta melaksanakan lindung nilai (hedging). Tingginya akumulasi portofolio investor luar negeri, sewaktu-waktu dapat menimbulkan gejolak nilai tukar.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rahmat Waluyanto usai penandatanganan pelaksanaan hedging antara PT PLN, Bank Mandiri, BRI dan BNI di gedung Bank Indonesia (BI), hari ini.

"Dari aspek makro yang perlu diperhatikan, terus membesarnya exposure ULN korporasi bila tidak dikelola dengan baik akan berpotensi menimbulkan kerentanan di sistem keuangan. Khususnya di tengah kondisi ketidakpasstian pasar yang sedang mengantisipasi suku bunga AS yang dapat berdampak pada penguatan dolar secara global," ujarnya, Jumat (10/4/2015).

Karena itu, urgensi di sektor korporasi untuk mengatur manajemen risiko Khsusunya terhadap nilai tukar tentunya semain meningkat.

"Tingginya urgensi tersebut, menyebabkan upaya pelaksanaan lindung nilai ditingkat korporasi dalam rangka penerapan manajemen risiko telah menjadi konsen berbagai pihak khususnya BI dan OJK," pungkas dia.

(Baca: OJK: Hedging Bentuk Hadapi Gejolak Ekonomi Global)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Membengkak,...
Utang Luar Negeri Membengkak, Awas Tekanan Hebat ke Nilai Tukar Rupiah
Rupiah Tembus Rp15.200...
Rupiah Tembus Rp15.200 saat Utang Capai Rp6.086 Triliun, Apa Kata BI?
Bayar Utang hingga Jaga...
Bayar Utang hingga Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Turun jadi Rp2.608 Triliun
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia Anjlok Rp76 Triliun, Buat Bayar Utang dan Selamatkan Rupiah
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Maret 2026 Turun ke Rp2.507 Triliun
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Berita Terkini
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
22 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
35 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved