Hedging Belum Populer di Indonesia

Jum'at, 10 April 2015 - 17:11 WIB
Hedging Belum Populer...
Hedging Belum Populer di Indonesia
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ahmad Waluyanto mengakui, transaksi lindung nilai atau hedging belum terlalu populer di kalangan perusahaan Indonesia. Saat ini yang gemar melakukan hedging adalah perusahaan swasta.

Hal ini dikarenakan, perusahaan BUMN masih memiliki ketakutan dengan risiko yang dihadapi apabila akan melakukan hedging. "Jadi terbentur Undang-Undang yang belum komprehensif tentang hedging itu menjadi alasan utama sebagian besar BUMN belum mau lakukan hedging," ujar Ahmad di Jakarta, Jumat (10/4/2015).

Karena itu, diperlukan kerja sama dan koordinasi yang erat oleh para pelaku kepentingan agar hal tersebut segera dicarikan jalan keluar. (Baca: OJK: Hedging Bentuk Hadapi Gejolak Ekonomi Global).

Upaya ini, lanjut dia, diperlancar dengan berkoordinasi dengan delapan badan lembaga, atau kementerian negara. Antara lain yaitu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), BPKP, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian Negara, Kejaksaan Agung, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Kementerian BUMN.

"Ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah, untuk mewujudkan pengelolaan risiko yang lebih baik oleh BUMN khususnya dalam antisipasi perkembangan nilai tukar rupiah terhadap asing," pungkasnya.

(Baca: Menteri Rini Marahi Direksi BUMN Ogah Hedging)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
4 jam yang lalu
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
4 jam yang lalu
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
4 jam yang lalu
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
4 jam yang lalu
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
4 jam yang lalu
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved