Anggaran Pembangunan Rumah Rakyat Miskin Rp33 Triliun

Kamis, 16 April 2015 - 17:06 WIB
Anggaran Pembangunan...
Anggaran Pembangunan Rumah Rakyat Miskin Rp33 Triliun
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp33,09 triliun selama lima tahun untuk program penyediaan perumahan bagi rakyat miskin atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Plt Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan, pemerintah pada tahun ini baru bisa menyediakan anggaran Rp7,7 triliun untuk mendorong program perumahan yang layak huni bagi masyarakat.

"Pemerintah dalam RPJMN tahun 2015 hingga 2019 mendatang telah mengalokasikan dana Rp33,09 triliun untuk program perumahan bagi MBR. Tapi pada tahun 2015 ini baru tersedia anggaran Rp7,7 triliun," ujar Syarif dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (16/4/2015).

Syarif memaparkan bahwa anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan rumah susun, rumah swadaya, rumah khusus serta prasarana, sarana dan utilitas rumah umum, sehingga masyarakat dapat memiliki serta menghuni rumah yang layak huni.

Salah satu fokus pekerjaan dari Ditjen Penyediaan Perumahan untuk meningkatkan penyediaan hunian bagi masyarakat. Selain itu, penanganan rumah tidak layak huni yang berdasarkan data BPS sudah mencapai angka 3,4 juta unit.

"Beberapa target program pembangunan perumahan sesuai RPJMN 2015–2019, antara lain pembangunan rumah swadaya melalui bedah rumah serta pembangunan baru sebanyak 2,2 juta unit, 550.000 unit rusun, 50.000 rumah khusus di seluruh Indonesia," terangnya.

Menurut dia, anggaran sebesar Rp33,09 triliun tersebut masih kurang untuk memenuhi target fisik RPJMN tersebut. Sedangkan total anggaran yang diperlukan berdasarkan perhitungannya untuk mengatasi persoalan perumahan diperkirakan sebesar Rp184,4 triliun.

"Kami tidak akan bisa menyelesaikan masalah perumahan tanpa bantuan dari pemda karena mereka yang tahu persis wilayah mana saja yang memerlukan bantuan perumahan ini," paparnya.

Untuk itu, dia berharap pemda ke depannya juga ikut mengalokasikan sebagian dana APBD untuk program perumahan serta data kebutuhan rumah yang diperlukan. Dengan begitu, pemerintah bisa mengalokasikan dana perumahan yang lebih besar untuk rumah layak huni.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PNS Pensiun dan Ahli...
PNS Pensiun dan Ahli Waris Siap-siap! BP Tapera Akan Kembalikan Dana Taperum
Menteri Basuki Minta...
Menteri Basuki Minta Jangan Tutupi Hak Konsumen Saat Beli Rumah
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Bantuan Subsidi Perumahan 380.376 Unit di 2021
PUPR Bangun Fasilitas...
PUPR Bangun Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan Pasca Bencana Gempa Sulteng
Percepat Pembangunan...
Percepat Pembangunan SPAM Djuanda, Kementerian PUPR Beri Waktu 2 Minggu Prakualifikasi Lelang
Ini Dua Ruas Jalan Tol...
Ini Dua Ruas Jalan Tol yang Siap Dioperasikan Pemerintah
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
2 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
2 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
4 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved