Indeks Nasdaq Ditutup pada Rekor Baru

Jum'at, 24 April 2015 - 08:48 WIB
Indeks Nasdaq Ditutup...
Indeks Nasdaq Ditutup pada Rekor Baru
A A A
NEW YORK - Indeks Nasdaq Composite ditutup pada rekor baru pada perdagangan Kamis waktu setempat, melebihi rekor sebelumnya yang dicetak pada 2.000.

Itu merupakan rekor penutupan tertinggi didukung menguatnya saham bioteknologi dan media sosial dan ledakan pertumbuhan ponsel yang telah mendorong penguatan saham Apple Inc (AAPL.O).

Penguatan indeks Nasdaq didukung saham Apple. Sementara pertumbuhan yang cepat di perusahaan bioteknologi, seperti Gilead Sciences Inc (GILD.O) dan perusahaan media sosial seperti Facebook Inc (FB.O) didorong oleh popularitas komputasi mobile membantu mengangkat Nasdaq ke level saat ini.

"Sekarang indeks Nasdaq mencapai level tinggi baru. Ini masih memiliki potensi untuk naik," kata Manajer Portofolio dan Direktur Pengelola Dana AllianzGI Global Technology Walter Price, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (24/4/2015).

Saham Gilead naik 1% menjadi USD105,21, sementara Facebook, yang Rabu membukukan pendapatan kuartalan yang meleset dari estimasi analis ditutup turun 2,6% menjadi USD82,41.

Saham Apple naik 0,8% menjadi USD129,67, sementara Google Inc (GOOGL.O) naik 1,5% menjadi USD557,46. Mereka adalah dua komponen utama dengan kapitalisasi pasar terbesar di Nasdaq. Saham Microsoft Corp (MSFT.O), yang merupakan komponen utama pada Maret 2000, kini menjadi urutan ketiga, diikuti oleh Facebook.

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 20,42 poin atau 0,11% menjadi berakhir pada 18.058,69; indeks S&P 500 naik 4,97 poin atau 0,24% ke 2.112,93 dan Nasdaq Composite bertambah 20,89 poin atau 0,41% ke 5.056,06.

Sekitar 6,6 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, meningkat dibandingkan dengan rata-rata harian bulanan sebanyak 6,2 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
6 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
6 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
7 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
7 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
8 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
8 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved